Penutupan Gerai Ritel Bisa Terus Terjadi

Ilustrasi/BUDHI SUTOMO

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution memprediksi bahwa penutupan gerai ritel bisa terus berjalan. Meskipun demikian, hal ini tidak bisa dijadikan indikator adanya perlembatan ekonomi.

"Kita tidak bisa lagi memilih-milih sekarang ini, kita hadapi siatusi ini kita siapkan diri kita bahwa ritel itu pasti terpengaruh dalam perkembangan (teknologi) ini. Itu (gerai ritel tutup) bisa berjalan terus," ujar dia usai menjadi pembicara dalam acara Digital Economic Briefing 2017 di Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Menurut dia, hal itu tidak menandakan adanya perlambatan ekonomi. Ekonomi saat ini dinilai sedang mengalami dinamika karena menyesuaikan diri terhadap perkembangan digital yang ada.

Darmin mengatakan, perdagangan digital (e-commerce) mengalami peningkatan sampai delapan kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, nilai perdagangan tersebut masih kecil dan menumpuk pada komoditas tertentu.

Menurut Darmin, saat ini pemerintah sedang menyelesaikan proyek serat optik Palapa Ring . Proyek ini merupakan pembangunan infrastruktur yang membuat semua ibu kota kabupaten terhubung di tahun 2019. "Indonesia bagian barat sudah selesai pada awal 2018, namun seluruhnya akan selesai pada akhir 2019," ujar dia.

Perlu programmer

Dengan adanya infrastruktur tersebut, dia berharap akan mendorong pelaku wirausaha baru yang memanfaatkan internet untuk perdagangannya.‎ Saat ini pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta orang. Meskipun demikian, penggunaan internet masih didominasi untuk keperluan rekreasi. "Ini harus dipikirkan bagaimana caranya agar penggunaan internet tersebut bisa lebih banyak digunakan untuk kegiatan produktif," ujar dia.

Selain itu, hambatan dari perkembangan ekonomi digital di Indonesia adalah minimnya tenaga kerja yang menguasai coding dan programer. Hal ini perlu diantisipasi dengan pendidikan vokasi. "Mungkin yang punya pengetahuan coding banyak, tapi tidak cukup menjawab kebutuhan saat ini. Kita sedang berbicara dengan menteri tenaga kerja bagaimana caranya menciptakan tenaga kerja yang menguasai bidang tersebut," ujar dia.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, perubahan ekonomi digital harus dipandang secara makro. Saat ini pengaruh ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi belum terlalu diperhitungkan‎. "Sekarang kami dengan BPS sedang menghitung lagi bagaimana pengaruh sektor ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar dia.

Dia mengatakan, dalam dua tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di sektor digital tumbuh dua digit. Padahal sektor lainnya saat ini lebih banyak tumbuh satu digit. "Sektor digital kita jadi driver pertumbuhan ekonomi," ujar dia.***

Baca Juga

Apindo Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi 2018 Sesuai Target

JAKARTA, (PR).- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan ekonomi Indonesia 2018 akan tumbuh dalam rentang 5,05 persen hingga 5,2 persen. Angka tersebut berada di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen.

Ekspor-Impor ke Malaysia dan Thailand Tak Perlu Pakai Dolar AS

JAKARTA, (PR).- Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, dan Bank of Thailand meluncurkan local currencey settlement framework untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi antar tiga negara tersebut.