Ribuan Produk Peternakan Berpotensi Tembus Pasar Ritel dan Daring

Pembekalan Wisausaha Baru/DOK. HUMAS DKPP JABAR
KEPALA Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Dewi Sartika (kiri) memberikan selamat kepada perwakilan wirausaha baru setelah pembekalan di Aula Kantor DKPP Jabar, Kota Bandung, Selasa petang, Selasa, 15 November 2017.*

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 2.695 wirausaha baru di bidang peternakan lahir hasil binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat. Dengan ratusan produk peternakan yang memanfaatkan sumber daya lokal Jawa Barat, potensi dan prospeknya sangat terbuka luas untuk menembus pasar ritel dan daring (online). 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan, produk peternakan mempunyai potensi masa depan yang cerah untuk diserap pasar. Pasalnya, potensi peternakan bukan hanya di hulu atau budi daya, melainkan juga di hilir atau produk olahan.

"Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki potensi dan prospek sebagai wilayah konsumsi dan produksi untuk produk-produk peternakan," kata Dewi kepada puluhan wirausaha baru binaan di Aula Kantor DKPP Jabar, Rabu, 15 November 2017.

Dewi mengungkapkan, jumlah penduduk Jabar sebesar 46,7 juta jiwa merupakan pasar potensial untuk produk-produk peternakan. Pelaku usaha pengolahan hasil peternakan berjumlah 569 unit yang terdiri atas 245 unit pengolahan daging, 168 unit pengolahan susu, dan 156 unit pengolahan telur.

Selain itu, potensi pengembangan peternakan di Jawa Barat cukup besar, baik untuk pembibitan maupun budi daya ternak ruminansia dan unggas. "Khusus untuk olahan daging, secara kapasitas perorangan perlu kekuatan dan keuletan, aktif berhubungan dengan relasi. Ada keinginan untuk terus mencoba, belajar, dan mencontoh. Keinginan untuk maju dan bersaing serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain," katanya.

Dewi mengingatkan, para wirausaha baru produk peternakan supaya menjaga bahan yang berkualitas baik dan aman dikonsumsi. Misalnya produk daging, titik rawannya tinggi karena mudah busuk sehingga perlu kemasan yang baik.

Di samping itu, Dewi berharap, para wirausaha baru produk peternakan ini bisa menjadi model atau teladan bagi calon wirausaha lainnya. Mereka harus menjadi wirausaha yang tahan banting karena untuk sukses tidak bisa instan sehingga harus punya daya juang tinggi. 

Penajaman komoditas

Dengan perkembangan zaman, Dewi meminta para wirausaha baru agar kreatif dalam membuka pasar dan mampu berdaya saing. Jika hanya berkutat pada pasar offline, usaha akan sulit berkembang sehingga perlu melebarkan bisnis ke pasar daring (online) yang potensi marketnya lebih luas lagi. Untuk itu, pihaknya senantiasa memberikan pembinaan dan memfasilitasi akses ke perbankan dan pasar ritel.

"Silakan kreatif dan berdaya saing. Masuki bisnis online dan offline, karena outlet besar mulai berguguran karena model belanja anak muda mulai ke online," ucapnya.

Kepala Bidang Produksi Abdullah Fathul Alim, didampingi Kasi Pengembangan Usaha Aida Rosana, menambahkan, dalam empat terakhir, pihaknya telah merealisasikan 2.695 wirausaha baru di bidang peternakan. Akhir tahun ini, setidaknya akan bertambah sekitar 500 calon wirausaha baru dan tahun 2018 ditargetkan 750 wirausaha baru di bidang peternakan.

Dari ribuan wirausaha baru tersebut, ungkap Abdullah, pihaknya melakukan penajaman komoditas peternakan langsung kepada pelaku. Untuk komoditas dengan sasaran mulai dari budi daya hingga pengolahan (hulu ke hilir), yakni ayam buras, puyuh, dan domba. Sementara yang sasarannya hilir saja adalah pengolahan daging yang tercatat mencapai 25 produk.

Menurut Abdullah, produk-produk peternakan dari binaannya berpeluang besar menembus pasar offline, online, dan ritel seperti swalayan. Oleh karena itu, selain mendapat pembinaan selama enam bulan dalam program inkubasi, mereka akan difasilitasi untuk mengakses ke perbankan dan ritel yang bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Selama inkubasi, mereka dididik manajemen dan menjadi wirausaha yang memiliki sikap untuk mampu menjadi besar. Jadi, mereka tahu bagaimana akses pasar, permodalan, juga cara pemasaran melalui online, juga ke pasar swalayan," ucapnya.***

Baca Juga

Sinergi BUMN Hadir di ITB

BANDUNG, (PR).- Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersinergi dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dan ITB untuk berbagi dengan mahasiswa seputar peran strategis pemerintah dalam mewujudkan ekonomi berkeadilan.