Perkecil Gap Industri Digital dan Dunia Pendidikan!

IEEE Region 10 Flagship Conference/DOK. INDIGO
MANAGING Director Indigo.id Ery Punta Hendraswara (ketiga kiri) berpose bersama setelah mengisi sesi IEEE Region 10 Flagship Conference di Penang, Malaysia, akhir pekan lalu.*

BANDUNG, (PR).- Gap kebutuhan industri dan pasokan lembaga pendidikan sudah menjadi persoalan laten bagi ekonomi digital. Bahkan, gap di sektor ekonomi digital jauh lebih lebar dibandingkan sektor lain.

Senior Vice President of Research CREST (Collaborative Research in Engineering, Science, and Technology), Nor Azmi Alias, mengatakan, kesenjangan industri dan dunia pendidikan harus disatukan. Upaya tersebut, menurut dia, bisa dilakukan dengan kolaborasi antara industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah.

"Gap antara industri dan dunia pendidikan terjadi karena secara natural keduanya memiliki perbedaan orientasi. Kampus mengarah pada penemuan riset dan ilmu, sedangkan bisnis menekankan pengembalian modal dari sebuah layanan komersial," ujarnya, melalui siaran pers yang diterima "PR", Rabu, 15 November 2017.

Untuk menyatukan industri dan dunia pendidikan, menurut dia, pihaknya fokus melakukan penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta komersialisasi hasil riset. Ia mengatakan, lewat kolaborasi tersebut, pengembangan manufaktur perangkat elektronik cerdas bisa terus dilakukan.

Inisiatif

Sementara itu, pada Diskusi Panel IEEE Region 10 Flagship Conference (TENCON 2017) di  St. Giles Premier Hotel, Penang, Malaysia, pekan lalu, Managing Director Indigo.id, Ery Punta Hendraswara, mengatakan, Indigo.id juga melakukan berbagai inisiatif strategis untuk memperkecil gap tersebut. Upaya yang dilakukan, menurut dia, mulai dari memberikan sarana magang, sharing knowledge, hingga sinergi seminar akademik teknologi kekinian.

"Medium berbagi pengetahuan dilakukan Indigo.id dengan membuka laboratorium digital start up, baik Telkom Digital Valley maupun Telkom Digital Innovation Lab. Laboratorium-laboratorium ini terbuka dikunjungi pelbagai perguruan tinggi di tanah air," ujarnya

Bahkan, menurut dia, di beberapa kampus ternama, seperti di Universitas Padjadjaran kampus Bandung, sudah sejak lama dioperasikan pusat kreativitas digital bagi generasi muda bertajuk Digital Lounge (DiLo). Secara kumulatif, fasilitas yang bisa dimanfaatkan gratis tersebut tersedia di berbagai kota di Indonesia.

"Ada 20 lokasi di 12 kota Indonesia dengan anggota komunitas sedikitnya 10.447 member," tuturnya.

Anggota Digital Valley sendiri, menurut dia, tak kalah signifikan. Di Bandung Digital Valley sedikitnya ada 3.421 member, Jogja Digital Valley 4.122 member, dan Jakarta Digital Valley 1.179 member.

"Kami di Indigo.id juga memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa dengan durasi enam bulan hingga satu tahun. Tak ketinggalan, kerjasama intensif dengan Telkom University menyelenggarakan seminar dan eksibisi teknologi yang memaparkan teknologi dan hasil riset mutakhir, " ujar Ery.

Secara umum, menurut dia, Indigo.id juga memberikan inkubasi, akselerasi, sekaligus menaungi digital startup di tanah air. Indigo.id juga memberikan pendanaan kepada digital startup binaanya.

"Kami melihat mereka bukan sekedar mitra, namun juga inovasi bisnis yang inspiratif. Selain itu, untuk mendigitalisasi Indonesia, jelas perlu kolaborasi antara perusahaan, startup, perguruan tinggi, komunitas, hingga media massa, " tambahnya.

IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah organisasi internasional terkemuka yang beranggotakan akademisi dan insinyur bidang elektronika. Anggotakan mencapai lebih dari 4.000.000 member dari sekitar 150 negara. 

Dalam acara kemarin, sedikitnya ada 579 presented paper dari peserta konferensi yang kala itu dihadiri Vincenzo Piuri (IEEE fellow and 2018 President Elect Candidate), Chuah Hein Teik (IEEE Fellow and UTAR President),  dan Kukjin Chun (IEEE Region 10 Director).***

Baca Juga

Telkom Akan Buka 35 Digital Grapari

BANDUNG, (PR).- PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) menargetkan untuk membuka 35 Digital Grapari Telkom Group di seluruh Indonesia hingga akhir tahun depan.

Penutupan Gerai Ritel Bisa Terus Terjadi

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution memprediksi bahwa penutupan gerai ritel bisa terus berjalan. Meskipun demikian, hal ini tidak bisa dijadikan indikator adanya perlembatan ekonomi.

Warga Terdampak PLTU Indramayu Diberikan Program Pelatihan

BANDUNG, (PR).- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) I menggelar pelatihan pengelasan bagi warga Desa Sumuradem dan Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.