Golongan Pelanggan Listrik Nonsubsidi Akan Berubah, Bagaimana dengan Tarifnya?

Ilustrasi/MARISA ELFITRI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) berencana mengubah kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga nosubsidi. Perubahan ini tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga bersubsidi golongan 450 VA golongan 900 VA.

Dalam siaran persnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, perubahan ini sesuai dengan RAPBN 2018. Perubahan golongan yang dimaksud bagi pelanggan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.

Selain itu, golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA. Bagi golongan 13.000 VA ke atas, dayanya akan di-loss stroom.

Setelah perubahan itu, maka golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya akan terbagi menjadi tiga golongan. Tiga golonga itu

  1. Pelanggan listrik dengan subsidi (450 VA dan 900 VA subsidi)
  2. Pelanggan listrik non-subsidi 4.400 VA dan 13.00 VA
  3. Pelanggan listrik non-subsidi 13.000 VA ke atas (loss stroom)

Dadan menyebutkan, kenaikan dan penambahan daya akibat perubahan golongan itu tidak akan mempengaruhi biaya listrik masyarakat. Pelanggan tidak akan dikenakan biaya apa pun atas perubahan itu. Besaran tarif listrik per kWh pun tidak berubah.

Untungkan UMKM

“Pemerintah berharap dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena visi besar pemerintah dalam bidang kelistrikkan adalah menaikkan kapasitas listrik, pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97% hingga tahun 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik,” tutur Dadan.

Menurutnya, masyarakat pelaku UMKM akan diuntungkan dengan program ini. Hal itu karena selama ini UMKM rata-rata adalah pelanggan golongan 1.300 VA hingga 3.300 VA. “Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per kWh, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan,” ujarnya.

Pembahasan mengenai teknis pengaturan penyederhanaan golongan pelanggan dan daya listrik secara detail masih dibahas oleh Kementerian ESDM dan PT PLN. Sebelum diberlakukan, pemerintah akan melakukan sosialisasi untuk publik.***

Baca Juga

Beban Puncak Listrik Jabar Hanya Tumbuh 4 Persen

BANDUNG, (PR).- Beban puncak listrik di wilayah Jawa Barat (Jabar) hanya tumbuh 4% year on year (yoy). Realisasi pertumbuhan beban puncak tersebut melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.