Kemenkeu Mengajar, Memperkenalkan APBN Sejak Dini

Kemenkeu Mengajar/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid dan para relawan pengajar dari pegawai Kemenkeu saat Kegiatan Kemenkeu Mengajar 2, di SDN Sabang, Bandung, Senin, 23 Oktober 2017.*

BANDUNG, (PR).- Demi meningkatkan pemahaman sejak dini mengenai keuangan suatu negara, sebanyak 1.665 pegawai Kementrian Keuangan berpartisipasi dalam Gerakan Kemenkeu Mengajar 2. Kegiatan yang dilaksanakan di 138 sekolah dasar di 50 kota tersebut diharapkan mampu memperkenalkan sejak dini tentang pengelolaan perekonomian untuk mencapai tujuan negara.

Di kota Bandung, kegiatan tersebut dilaksanakan di 4 SD, yakni Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumatera Barat Aim Nursalim Saleh di SDN 081 Kebon Gedang Kridawiyana, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid di SDN Sabang, Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jawa Barat Syaifulloh Nasution di SDN Utama Mandiri 1 Cimahi, dan Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat Nuning Sri Rejeki Wulandari di SDN 135 Turangga.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid mengatakan menuturkan Kemenkeu terus berperan aktif berbagi ilmu di beberapa sekolah di seluruh Indonesia. Kegiatan Kemenkeu Mengajar adalah sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian jajaran Kemenkeu terhadap generasi muda dan bangsa indonesia secara keseluruhan.

“Tidak hanya tentang profesi dan kementerian keuangan secara umum, tetapi juga para siswa diharapkan akan memahami sebuah cakrawala baru tentang bagaimana negeri ini mengelola perekonomian untuk mencapai tujuan negara. Tentang bagaimana membangun jalan, merawat saudara-saudara kita fakir miskin dan anak terlantar, mendirikan rumah sakit, dan  juga semangat kementrian keuangan dalam ikut aktif membangun negeri,” ujar Yuniar yang ditemui disela Kegiatan Kemenkeu Mengajar 2, di SDN Sabang, Bandung, Senin, 23 Oktober 2017.

Yuniar memaparkan ada sejumlah materi yang disampaikan selama kegiatan tersebut. Diantaranya mengenai pengenalan APBN, pengenalan belanja negara, dan pengenalan penerimaan negara.

Para siswa terlibat langsung dengan bermain peran bagaimana proses mengumpulkan uang yang dilakukan Direktorat Pajak dan Bea Cukai, membahas kebutuhan anggaran. Hingga membelanjakan uang yang diterima untuk membiayai kegiatannya serta melakukan pembayaran kepada rekanan setelah melakukan permintaan pembayaran pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Di sesi terakhir, para siswa akan diberikan penjelasan tugas sebagai warga negara yang baik. Kemudian disesi ini pula, para siswa menuliskan cita-citanya di pesawat kertas dan menerbangkannya setinggi dan sejauh mungkin sebagai pengingat semangat mereka. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke museum perbendaharaan,” ujar Yuniar.

Lebih lanjut Yuniar menambahkan, pada kegiatan tahun ini jumlah relawan yang berpatisipasi meningkat tajam. Pada tahun 2016, kegiatan dilaksanakan di 34 SD di eam kota dengan melibatkan 688 staf Kemenkeu. “Seluruh relawan mengusung semangat sukarela sebagai teladan kecil berbakti kepada negeri,” ucapnya.***

Baca Juga

Disebut Boros, Anggaran Pertemuan IMF WB Sudah Disetujui DPR

NUSA DUA, (PR).- Penyelenggaraan Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali dikritik beberapa kalnagan karena idnilai terlalu boros dan lebih baik dialihkan untuk korban bencana Lombok dan Palu.