Kinerja Bank Syariah Menunjukkan Tren Positif

Ilustrasi/IVONI PUTRI

JAKARTA, (PR).- Prediksi bahwa bank syariah akan terus meningkat bahkan menggantikan bank konvensional, masih perlu waktu dan bukti nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, meski potensi pasar perbankan syariah sangat besar, saat ini pangsa pasarnya baru mencapai 5,1 persen dari total keseluruhan industri perbankan di Indonesia. Meski demikian, bukan berarti bank syariah di Indonesia tidak menunjukkan pertumbuhan menggembirakan.

Salah satunya Bank BNI Syariah yang sudah memperlihatkan pertumbuhan berupa laba bersih sebesar Rp 246 miliar pada triwulan III 2017. Angka itu naik sebesar 14,6% dibanding tahun sebelumnya, yakni pada September 2016 yang sebesar Rp 215 miliar. 

Pertumbuhan Iaba tersebut, pada satu sisi disokong oleh ekspansi pembiayaan dan kontribusi komposisi rasio dana murah. 

Plt Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengaku bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan III pada sisi aset juga berjalan optimal. Hal ini terlihat pada pertumbuhan aset yang naik 19,4% dari Rp 26,8 triliun pada September tahun lalu menjadi sebesar Rp 32,0 triliun. 

"Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,3% dan DPK sebesar 21,4% terhadap porsi tahun sebelumnya pada periode yang sama," kata dia. Abdullah mengungkapkannya saat paparan kinerja di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.

Pertumbuhan pembiayaan

Pembiayaan pada September 2016 sebesar Rp 19,5 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 22,5 triliun pada September tahun ini. Di sisi lain, kata dia, Dana Pihak Ketiga yang pada September tahun lalu sebesar Rp 22,8 triliun meningkat menjadi Rp 27,6 tnliun pada September 2017. Dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 48,7% naik dan 47,4% dari tahun sebelumnya. 

Dari total pembiayaan sebesar Rp 22.5 triliun tersebut, kata dia, sebagian besar merupakan pembiayaan segmen konsumer yaitu 52.7%. Disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 21,8%. Lalu pembiayaan komersial sebesar 18,1%, pembiayaan mikro sebesar 5,9%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1.5%. "Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio didominasi oleh produk Griya iB Hasanah. yakni sebesar 84,9%," paparnya.***

 

Baca Juga

Ekonomi Makro RI Bangkitkan Optimisme

JAKARTA, (PR).- Data ekonomi makro Indonesia pada kuartal III tahun 2017 dinilai membangkitkan optimisme ekonomi nasional.