Percepat Swasembada Beras, Petani Jabar Diberdayakan

Petani/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR
Sejumlah program pemerintah akan diintegrasikan untuk mewirausahakan petani di Jawa Barat. *

CIAMIS, (PR).- Sejumlah program pemerintah akan diintegrasikan untuk mewirausahakan petani di Jawa Barat. Langkah kolaborasi sejumlah BUMN, termasuk Himpunan bank milik negara merupakan upaya dalam mendukung swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Salah satu implementasi dari pengintegrasian tersebut antara lain pendistribusikan Kartu Tani sebagai media penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani di Kabupaten Ciamis, melakukan penyaluran KUR, asuransi lahan dan asuransi kecelakaan kepada petani. Serta nersama Kementerian Pertanian mendorong tercapainya optimalisasi penyerapan gabah melalui Bulog sebagai off taker dan percepatan luas tambah tanam padi.

Adapun BUMN yang terlibat dalam upaya mewirausahakan petani adalah Bank Mandiri di Kabupaten Ciamis, BNI di Kabupaten Garut, BRI di Kabupaten Tasikmalaya, BTN di Kabupaten Purwakarta, Bulog di Kabupaten Majalengka, Pupuk Indonesia di Kabupaten Karawang, Telkom di Kabupaten Indramayu dan Sumedang serta RNI di Kabupaten Cianjur. 

"Perusahaan BUMN sebagai agent of development sudah seharusnya secara bersama-sama dan terintegrasi dapat mendukung beberapa program pemerintah di sektor pertanian," kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat menyerahkan kartu tani dan mensosialisasikan program korporatisasi petani bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Eko Putro Sandjojo, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan jajaran direksi BUMN di Ciamis, Senin, 9 Oktober 2017.

Rini meyakini kewirausahaan pertanian dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Sehingga mampu mewujukan kesejahteraan petani, stabilitas harga dan stabilitas ketersediaan padi nasional. 

Kewirausahaan Pertanian, lanjutnya, akan mensinergikan elemen petani dalam bentuk poktan/gapoktan, perkumpulan BUMDes dan PT Mitra BUMDes Nusantara dalam wadah PT BUMDes Bersama Kecamatan. 

"Sinergi tersebut bertujuan agar usaha/bisnis petani ini dapat dikonsolidasikan menjadi usaha yang profesional secara end to end mulai dari proses produksi sampai dengan pemasaran hasil pertanian dengan skala ekonomi yang lebih optimal," katanya.***

Baca Juga

Beban Puncak Listrik Jabar Hanya Tumbuh 4 Persen

BANDUNG, (PR).- Beban puncak listrik di wilayah Jawa Barat (Jabar) hanya tumbuh 4% year on year (yoy). Realisasi pertumbuhan beban puncak tersebut melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.