Tren Kenaikan Harga Minyak Hanya Sementara

Ilustrasi/BBC

BANDUNG, (PR).- Harga minyak mentah Brent terus melanjutkan penguatan ke level tertinggi dalam 26 bulan terakhir. Pada Selasa, 26 September 2017, harga minyak Brent London untuk kontrak pengiriman November berada pada level 59,48 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, naik 46 sen dibandingkan hari sebelumnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi, memprediksi, tren penguatan harga minyak mentah akan terjadi hingga akhir tahun. Namun, menurut dia, harga minyak mentah tidak akan melampaui 60 dolar AS per barel.

"Naiknya tidak akan signifikan. Perkiraan akan berada pada level 59-60 dolar AS per barel dan akan kembali ke titik keseimbangan pada level 50 dolar AS per barel di akhir tahun," katanya, di Bandung, Selasa, 26 September 2017.

Tidak akan signifikannya kenaikan harga minyak mentah tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari demand. Kondisi ekonomi Cina, India, Amerika Serikat (AS), dan Eropa dinilai Acuviarta masih belum bisa mendorong lonjakan permintaan minyak mentah.

"Tren kenaikan harga minyak mentah ini hanya akan terjadi dalam jangka pendek," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah Indonesia tidak perlu segera melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar bersubsidi dan premium. Pemerintah dinilai harus mendahulukan perbaikan daya beli masyarakat.

"Pemerintah harus memprioritaskan komitmen untuk tidak mengambil kebijakan yang akan menekan daya beli masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, penguatan harga minyak mentah Brent didorong sentimen dari Turki yang mengancam akan memotong aliran minyak mentah dari Kurdistan, Irak ke pasokan global. Kenaikan harga minyak Brent terjadi dalam lima hari berturut. 

Harga minyak melonjak saat anggota negara OPEC dan non OPEC mengkonfirmasi bahwa keseimbangan pasar tengah berlangsung di tengah permintaan minyak yang terus menguat. Potensi berkurangnya stok global ditambah upaya negara-negara anggota OPEC memenuhi komitmen pemangkasan produksi. 

Iran diprediksi menahan ekspor minyak mentah di sekitar 2,6 juta barel per hari hingga tutup tahun 2017. Menteri minyak Nigeria mengatakan, pihaknya memproduksi minyak di bawah level yang disepakati.

Dikutip dari Reuters, Ekonom senior di Mitsubishi UFJ Research and Consulting di Tokyo, Tomomichi Akuta, emengatakan harga minyak Brent dapat menembus 60 dolar AS per barel bila pengetatan terus terjadi. "Kesepakatan produser untuk menahan output serta berita mengenai respon Turki pada referendum telah membantu harga minyak," ujarnya.

Harga minyakwest texas intermediate (WTI) juga bertahan di level kuatnya sejak awal pekan. Selasa kemarin harga minyak WTI untuk pengiriman November 2017 di New York Mercantile Exchange berada di level 52,22 dolar AS per barel.***

Baca Juga

DUA remaja menyelesaikan pembuatan mural, di RW 07, Jln. Kom. Supadio, Kampung Cicukang, Kota Bandung, Sabtu (7/4). Sejumlah dinding di pemukiman tersebut kini dihiasi mural, untuk menambah indah tata ruang.

Pemda Harus Permudah Perizinan Usaha Kreatif

BANDUNG, (PR).- Pemerintah daerah (Pemda) harus mempermudah perizinan pelaku usaha kreatif, bahkan menggratiskan biayanya. Selama ini, selain pembiayaan, perizinan adalah salah satu kendala terbesar bagi pelaku usaha kreatif.

Enam Koperasi di Jabar Masuk Daftar Koperasi Bermasalah

BANDUNG, (PR).- Enam koperasi yang berkedudukan di Jawa Barat (Jabar) masuk daftar 12 koperasi yang diawasi dan diwaspadai Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Koperasi-koperasi tersebut diduga melakukan praktik menyimpang.

PT Pos Akan Perkuat Urban Logistik

BANDUNG, (PR).- PT Pos Indonesia (Persero) akan memperkuat urban logistik untuk memenuhi perkembangan kebutuhan masyarakat sekaligus mengembalikan eksistensi di kalangan generasi millennial.