Pemerintah Siapkan Rp 292,8 Triliun untuk Penanggulangan Kemiskinan 2018

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017. Sri Mulyani memaparkan soal hasil pertemuan G-20 tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral diantaranya perdagangan be
Menteri Keuangan Sri Mulyani/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Mendongkrak daya beli masyarakat, pemerintah akan fokus menggarap program penanggulangan kemiskinan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 292,8 triliun untuk seluruh program penanggulangan kemiskinan 2018, termasuk subsidi.

Demikian diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada Rakernas Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) dan Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu 13 September 2017. Total anggaran belanja negara tahun depan sebesar Rp 2.204,4 triliun.

"Pemerintah akan terus mengintervensi perekonomian kelompok masyarakat bawah dengan berbagai program terintegrasi. Selain untuk memangkas kemiskinan antargenerasi, upaya ini juga dilakukan untuk menjaga konsumsi mereka," ujarnya.

Dengan terjaganya level konsumsi masyarakat kelas bawah, ia mengaku berharap, supply dan demand di Indonesia akan terjaga. Dengan demikian, inflasi akibat permintaan bisa ditekan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Kondisi perekonomian global mulai pulih secara bertahap. Dalam kondisi ini, pekerjaan rumah Indonesia adalah menjaga agar permintaan dan penawaran bisa seimbang, sehat, dan kuat," tuturnya.

Sementara untuk menjaga konsumsi masyarakat kelas menengah, Sri Mulyani berjanji, pemerintah tidak akan mengambil kebijakan yang bisa memangkas daya beli mereka. Ia mengakui, penurunan daya beli kelas menengah tahun ini salah satunya dipicu kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik pelanggan rumah tangga mampu dengan kapasitas 900 Volt Ampere (VA).

Seperti diketahui, daya beli masyarakat sedang mengalami sorotan sejak awal tahun. Penurunan daya beli disinyalir kuat terjadi pada level kelas menengah yang menjadi motor pertumbuhan konsumsi di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, alokasi anggaran program pengentasan kemiskinan untuk perluasan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 17,3 triliun yang diberikan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk perluasan cakupan Bantuan Pangan non tunai (BPNT) dianggarkan sebesar Rp 13,5 triliun bagi 10 juta KPM.

Sementara itu, untuk subsidi Pangan (Rastra) sebesar Rp 7,3 triliun bagi 5,6 juta KPM, jaminan kesehatan bagi 92,4 juta rakyat miskin sebesar Rp 25,5 triliun. Untuk Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 19,7 juta siswa dialokasikan sebesar Rp 10,5 triliun, dan beasiswa Bidik Misi bagi 401,5 ribu mahasiswa dengan alokasi sebesar Rp 4,1 triliun.

"Pemerintah juga mendukung kemandirian usaha rakyat dengan mengalokasikan anggaran bagi usaha ultra mikro sebesar Rp 2,5 triliun dan pemberian subsidi bunga untuk Kredit Usaha rakyat (KUR) sebesar 12 triliun," kata Sri Mulyani.

Muhammadiyah punya potensi peran

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sri Mulyani menyarankan agar Muhammadiyah membentuk holding company bagi seluruh unit bisnisnya. Ia juga menyarankan agar Muhammadiyah bisa melantai di pasar modal.

"Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi holding dengan menyediakan kebutuhan masyarakat di segala sektor, dari bayi hingga manula. Kenapa tidak membuat asuransi pendidikan dan kesehatan?" kata Sri.

Ia mencontohkan Group Lippo yang dengan strategi bisnisnya mampu menguasai hampir seluruh sendi kebutuhan manusia. Ia menilai, Muhammadiyah memiliki potensi dan kemampuan untuk menyamai Lippo.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, Muhamamdiyah mampu menjawab tantangan untuk menjadi holding company. Muhammadiyah memiliki banyak unit bisnis, sehingga peluang untuk menjadi holding sangat besar.

"Tinggal pada level detail untuk mengembangkan sumber daya yang kami miliki," katanya.***

Baca Juga

PEKERJA menunkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang kosong di salah satu agen gas "Subur Abadi" Jln. Emong, Kota Bandung, Rabu (27/9/12). Rencana PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) atau nonsubsidi untuk mengura

Jangan Khawatir, Elpiji dan BBM Aman Selama Iduladha

BANDUNG, (PR).- Pertamina menjamin pasokan elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) selama Iduladha aman. Khusus untuk elpiji, Pertamina akan menambah pasokan sebesar 4% daily of take (DOT) normal.