Indonesia Tertinggi di ASEAN dalam Jumlah Startup

Ilustrasi Startup (Irma Yanti)

JAKARTA, (PR).- Indonesia, menurut Center for Human Genetic Research (CHGR), pada 2016 tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah start-up (perusahaan rintisan) tertinggi di Asia Tenggara, yakni mencapai sekitar 2.000. Pada 2020 jumlah ini diproyeksikan akan bertambah dan mencapai 13.000.

Hal itu terungkap dalam Talk Show Kafe BCA VII di Jakarta, Rabu, 13 September 2017. Hadir pada kesempatan itu Direktur BCA Henry Koenaifi, pengamat ekonomi Faisal Basri, Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA Hermawan Thendean, pelaku Start Up Indra Wiralaksmana (Country Head & Director Ninja Xpress), dan Rama Mamuaya (Founder & CEO DailySocial.id).

Direktur BCA Henry Koenaifi mengungkapkan, fakta-fakta positif mengenai startup di Indonesia menjadi alasan BCA menghadirkan gelaran Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI pada Oktober mendatang. Salah satu pertimbangannya, jumlah startup yang mencapai 2.000 di Tanah Air, paling banyak se-Asia Tenggara menurut catatan Center for Human Genetic Research (CHGR) pada 2016.

”Beberapa fakta-fakta dengan jumlah startup terbesar dan sebagainya mendorong BCA mengangkat tema Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration dalam pelaksanaan lKF VI di tahun ini,” ungkapnya. Acara itu mengambil tema Elevating Creativity and Innovation Through Digital Collaboration. 

Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA Hermawan Thendean juga menyebut, menurut Bank Indonesia selama 2016, pengguna jasa perdagangan daring tersebut telah membelanjakan 5,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 75 triliun. Apabila dibagi per individu pengguna e-commerce di Indonesia rerata membelanjakan Rp 3 juta per tahun.

“Dalam praktiknya, pelaku tekfin (teknologi finansial) maupun e-commerce membutuhkan konektivitas sistem yang solid denngan dunia perbankan agar transaksi pembayaran pengguna aplikasi atau situs mereka dapat berjalan dengan benar,” ujar Hermawan.

Pada sisi pembiayaan, BCA juga meluncurkan Central Capital Ventura (CCV). Melalui modal ventura ini, BCA menginvestasikan dana Rp 200 miliar untuk pelaku start-up tekfin yang diharapkan bisa membantu layanan finansial mereka.

Rangkaian expo dan eksibisi

Henry menambahkan, pelaksanaan IKF VI diharapkan menjadi One Stop Knowledge Solution di Indonesia. Selain itu, dalam pagelaran itu akan menghadirkan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh exhibitor berupa start up dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih sehingga dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan untuk memajukan dunia usaha lndonesia.

IKF VI pada tahun ini akan diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2017 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta dengan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara selaku sebagai keynote speaker serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang juga akan memberikan inspiring closing speech bertajuk “Leveraging Information and Technology for Sustainable Fisheries Management”.

Selain itu, selama dua hari, sebanyak 23 pembicara yang kompeten di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu. Pengalaman serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital, di antaranya Pengamat ekonomi Faisal Basri, CEO PT McKinsey lndonesia Philia Wibowo, celebrity investor Ashraf Sinclair, Founder and Managing of Kejora Group Sebastian Togelang.

Henry menambahkan, melalui lKF VI juga diharapkan menjadi ajang bagi korporasi dan startup untuk mengembangkan bisnisnya agar dapat hidup ditengah persaingan global.

“Kami mencermati perkembangan usaha rintisan belakangan lni sangat berkembang pesat dan BCA ingin agar setiap orang yang memiliki ide, inisiatif, inovasi, dan kreativitas dapat memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini untuk menjadi entrepreneur. Dengan motivasi ini, BCA menggelar lKF Vl sebagai ajang bagi korporasi dan startup untuk mengembangkan bisnis mereka melalui kolaborasi dan partnership di bidang teknologi,” tutup Henry. *** 

Baca Juga

Teknologi Broadband Dorong Pariwisata Naik Kelas

JAKARTA, (PR).- Prospek cerah sektor pariwisata menjadi kesempatan bagi Indonesia dalam mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Ekonomi Makro RI Bangkitkan Optimisme

JAKARTA, (PR).- Data ekonomi makro Indonesia pada kuartal III tahun 2017 dinilai membangkitkan optimisme ekonomi nasional.