Pemerintah Akan Terbitkan ORI 014

ORI - Obligasi Negara Ritel/DWI SETYADI/PR

JAKARTA, (PR).-  Pemerintah Republik Indonesia berencana menerbitkan obligasi ritel Indonesia (ORI) 014 dengan nilai sekitar Rp 20 triliun. Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi menuturkan, penerbitan ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan relatif lebih aman.

"Selain mendukung program pemerintah, ORI dipilih karena merupakan produk investasi yang relatif aman untuk dapat ditawarkan ke nasabah individu sebagai alternatif investasi yang menarik," kata Kresno di Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Kresno menuturkan, Bank DKI memilih bekerja sama dengan Trimegah Securities karena merupakan satu satunya perusahaan efek yang menjadi agen penjual ORI 014. "Selain itu, dengan penjualan ORI 014 diharapkan dapat meningkatkan pendapatan fee based income bagi Bank DKI," katanya.

Pemesanan ORI dapat dilakukan mulai 29 September 2017 mendatang hingga 18 Oktober 2017. Peminat ORI dapat langsung mendatangi kantor cabang dan cabang Pembantu Bank DKI untuk melakukan pemesanan ORI 014 sesuai dengan jangka waktu penawaran.

Adapun nilai nominal per unit yang ditawarkan adalah sebesar Rp 1 juta dengan minimum pemesanan sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya serta maksimum pemesanan adalah sebesar Rp 3 miliar. Untuk pembelian ORI dalam jumlah besar yaitu di atas Rp 100 juta akan diberikan program pemasaran yang menarik.

Persyaratan untuk pemesanan cukup mudah, di mana nasabah mengisi formulir pemesanan dengan melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku serta NPWP, dan menyediakan dana di rekening Bank DKI sejumlah ORI 014 yang dipesan.

"Jadi penjualan ORI 014 merupakan salah satu upaya Bank DKI untuk membantu pembangunan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan nasabah segmen menengah keatas akan instrumen investasi yang aman, menarik dan bersaing," jelas Kresno.

Senilai Rp 15-20 triliun

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting, mengungkapkan, nilai penjatahan saat ini belum masuk dari agen penjual. Perkiraan sementara pemerintah, nilai yang diterbitkan sekitar Rp15 triliun-Rp20 triliun.

"Angka pasti, nanti pas peluncuran akan dapat. Kalau penentuan yield, akan tergantung pada 27 September 2017," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Loto mengungkapkan, nilai yield yang ditawarkan kepada investor akan sangat bergantung pada secondary market. Dia mengharapkan agar yield pasar obligasi lebih stabil.

Pada tahun lalu, pemerintah merilis surat utang ritel ORI 013 dengan nilai penjualan Rp 19,691 triliun, atau lebih rendah 1,57 persen dari target awal senilai Rp 20 triliun. Pemerintah penetapkan ORI 013 bertenor tiga tahun dengan kupon 6,6 persen. Penjualan ORI ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN .***

Baca Juga

Prospek Industri Tekstil Sangat Menjanjikan

JAKARTA, (PR).- Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk - Karsongno Wongso Djaja memaparkan, prospek bisnis sektor tekstil sangat menjanjikan.