BCA Gelar Kompetisi Pengembang Peranti Lunak

Kompetisi pengembang peranti lunak/ISTIMEWA
BCA mengadakan Mini Finhacks Bandung sebagai ajang merangkul para pengembang peranti lunak dikemas dalam format sprint coding di Grand Tjokro Hotel, Bandung.*

BANDUNG, (PR).- Berupaya mencari ide inovasi digital banking yang segar yang dapat mempermudah aktivitas perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) gelar kompetisi Financial Hackathon (Finhacks) #Codescape 2017 yang akan berlangsung pada tanggal 26 dan 27 Agustus mendatang di BCA Learning Institute, Sentul. Sebagai pemanasan, BCA mengadakan Mini Finhacks Bandung sebagai ajang merangkul para pengembang peranti lunak dikemas dalam format sprint coding di Grand Tjokro Hotel, Bandung.

Senior Executive Vice President BCA Hermawan Thendean mengungkapkan, Mini Finhacks digelar mengingat para developer dan praktisi TI kini memegang peran signifikan dalam dunia perbankan terlihat dari ragam produk digital banking yang bermunculan. “Dalam pengembangan ide-ide inovasi, kami berharap para developer dapat mendengarkan kebutuhan masyarakat terhadap dunia perbankan. Inovasi digital banking yang berkaca kepada kebutuhan masyarakat, khususnya generasi milenial, yang kami harapkan dari penyelenggaraan Mini Finhacks ini,” ujarnya.

Bukan hanya sprint coding di Mini Finhacks Bandung, BCA bekerja sama dengan Daily Social juga menyelenggarakan talkshow bertajuk “Create Your Own Digital Bank” yang membahas bagaimana menciptakan aplikasi digital banking yang dapat membuat layanan perbankan lebih mudah, aman, dan menyenangkan bagi gaya hidup nasabah sehari-hari. Hadir sebagai narasumber, Senior Vice President BCA Fransiscus Kaurrany, CEO Dycode Andri Yadi, dan Pemenang Pertama Finhacks 2016 Fariz Tadjoedin.

“Terinspirasi oleh ide Chat Banking juara pertama Finhacks #HackbyTheBeach tahun lalu, BCA membuat inovasi baru yang diberikan nama VIRA atau Virtual Assistant Chat Banking BCA yang dapat diakses melalui beberapa aplikasi chat populer, yaitu Facebook Messenger, LINE dan Kaskus Chat. Melalui Mini Finhacks ini, kami berharap dapat kembali menemukan ide-ide aplikasi digital banking yang inovatif yang mampu menjawab kebutuhan nasabah. Di Finhacks 2017 mendatang, para developer akan mengembangkan aplikasi dengan ditemani suasana segar di BCA Learning Institute, Sentul. Sesuai temanya #Codescape, yang punya makna ganda yakni code dan landscape,” ucap Franciscus Kaurrany, Senior Vice President BCA.

Setelah talkshow digelar, kompetisi sprint coding atau ‘balapan ngoding’ pun diselenggarakan berdurasi tiga jam untuk pengerjaan proyek aplikasi yang dilombakan oleh setiap tim. Pemenang sprint coding ditentukan berdasarkan kecepatan, ketepatan output, dan kesesuaian solusi dengan masalah. Lima tim pemenang sprint coding membawa pulang hadiah total Rp20 juta sekaligus golden ticket ke babak final Finhacks #Codescape 2017 di BCA Learning Institute, Sentul.

“Menciptakan aplikasi digital banking tidak mudah. Perlu menetapkan visi pengembangan agar implementasinya terarah. Berfokus pada customer experience itu penting, bisa dimulai dengan memahami kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, mencoba memulai pengembangan dengan mengintegrasikan layanan bank dengan Internet of Things yang sehari-hari digunakan oleh nasabah. Kepada teman-teman developer yang mengikuti Mini Finhacks Bandung, semoga salah satu dari Anda menjadi juara Finhacks #Codescape 2017,” tutup Hermawan Thendean, Senior Executive Vice President BCA.***

Baca Juga

Tahun Ini Startup Digital Kian Tumbuh Makin Subur

BANDUNG, (PR).- Startup digital Indonesia diprediksi akan tumbuh semakin subur tahun ini. Hal itu didorong kian merebaknya gaya hidup digital, baik di kalangan masyarakat urban maupun suburban.

Google Flights Dapat Memprediksi Jadwal Penundaan Penerbangan

GOOGLE meluncurkan beberapa fitur baru pada Google Flights untuk membantu orang-orang mengatasi beberapa hal dalam perjalanan yang menggunakan penerbangan, yakni “delay” atau penundaan dan masalah mengenai tarif Basic Economy yang lebih mu

Pertumbuhan Pasar Smartphone Global Merosot Hebat

PASAR smartphone global turun 9% dalam pada kuartal terakhir  2017.  Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah smartphone, bahkan penjualan iPhone Apple turun 1% karena pengguna bertahan pada telefon seluler model lama.