Penduduk Miskin Jabar Bertambah 300 Jiwa

Ilustrasi/ADE BAYU INDRA/PR
SEORANG kakek lanjut usia berjalan sambil membawa barang dagangannya, di kawasan Bumi Adipura, Gedebage, Kota Bandung, Minggu, 12 Februari 2017. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktor warga mencari nafkah dengan berdagang di usia lanjut, daripada mengharap belas kasihan orang lain.*

BANDUNG, (PR).- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat jumlah penduduk miskin di wilayah mencapai 4.168.440 juta jiwa pada Maret 2017. Angka tersebut meningkat sekitar 300 jiwa dibandingkan kondisi September 2016.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando memaparkan, pada September 2016 jumlah penduduk miskin Jabar mencapai 4.168.110 juta jiwa. Secara persentase angka penduduk miskin tersebut setara dengan 8,77 persen dari total penduduk.

Sedangkan pada Maret 2017, meski secara angka absolut jumlah penduduk miskin meningkat, dari sisi persentase penduduk miskin terhadap total penduduk justru mengalami penurunan. Tercatat persentase penduduk miskin Jabar pada Maret 2017 sebesar 8,71 persen. Hal itu dikarenakan terjadinya peningkatan penduduk Jabar.

BPS Jabar juga mencatat dalam kurun waktu enam bulan terakhir persentase penduduk miskin yang tinggal di perdesaan naik 0,03 poin menjadi 11,75 dari 11,72 persen. Sedangkan di daerah perkotaan turun 0,03 poin dari 7,55 menjadi 7,52 persen.

"Namun secara angka absolut selama periode September 2016-Maret 2017 penduduk miskin di perdesaan turun 45 ribu jiwa. Sedangkan di perkotaan secara absolut meningkat 45,3 ribu jiwa. Kondisi ini terjadi karena peningkatan jumlah penduduk perkotaan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang di perdesaan," ujar Dody saat Konferensi Pers Mengenai Kemiskinan, di Bandung, Senin, 17 Juli 2017.

Adapun persentase penduduk miskin yang tinggal diperdesaan pada Maret 2017 terhadap penduduk miskin Jabar sebesar 37,9 persen. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan September 2016 yang tercatat sebesar 38,98 persen.

"Persentase penduduk miskin yang tinggal di daerah perkotaan pada Maret 2017 terhadap penduduk miskin Jabar sebesar 62,10 persen. Angka itu naik jika dibandingkan dengan September 2016 yang sebesar 61,02 persen," ucapnya.***

Baca Juga

Juli, Tekanan Inflasi Akan Menurun

BANDUNG, (PR).- Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi di Jawa Barat pada Juli akan menurun dibandingkan laju inflasi pada Juni 2017.

koperasi, pameran, kerudung

BPS dan Bekraf Kembangkan Big Data Ekonomi Kreatif

BANDUNG, (PR).- Badan Pusat Statistik dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyusun data statistik ekonomi kreatif 2017. Penyusunan tersebut dalam rangka pengembangan Big Data Ekonomi Kreatif.

Bulog Jabar Sedia 20.000 Ton Jagung

BANDUNG, (PR).- Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat meminta peternak ayam tak perlu khawatir dengan ketersediaan jagung untuk pakan ternak.

Penjualan Pelumas Pertamina Tumbuh 6-8 Persen

BANDUNG, (PR).- Pada semester I/2017 penjualan pelumas ritel PT Pertamina Lubricants Sales Region III Jawa Bagian Barat (JBB) diprediksi naik 6%-8% year on year (yoy).