Branding "Wonderful Indonesia" Naik Peringkat ke 47 Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) SATRIO WIDIANTO/PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, branding pariwisata Indonesia "Wonderful Indonesia" semakin populer. Saat ini bandung itu menduduki posisi ke-47 dunia sedangkan tahun sebelumnya berada di peringkat 100-an. 

"Dengan semakin naiknya peringkat itu, kita  mulai fokus kepada promosi destinasi pariwisata dan penjualan paket wisata yang disinergikan dengan pihak industri secara terpadu dan berkesinambungan," kata Menpar saat penandatanganan kerja sama (MoU) lanjutan antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Accor Hotels Indonesia di Jakarta.

Dalam kerja sama itu, keduanya sama-sama ingin memajukan pariwisata agar #PariwisataJuara di level regional.Penandatanganan MoU dilakukan Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara dan Chief Operating Officer Accor Hotels untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Garth Simmons yang disaksikan Menpar Arief Yahya.

Garth Simmons mengatakan, Accor Hotels mendukung dan bekerja bersama pemerintah untuk meningkatkan pengembangan pariwisata Indonesia. "Dengan keunggulan alam, budaya, serta keramahtamahan masyarakatnya, serta didukung strategi dan promosi yang tepat, diyakini pariwisata Indonesia akan mampu bersaing dalam kancah internasional, seperti Bali yang baru-baru ini terpilih menjadi destinasi terbaik di dunia pada 2017 oleh TripAdvisor," katanya.

Bagi Kemenpar sendiri, menurut Arief, addendum MoU ini terkait kerja sama yang telah tertuang dalam perjanjian yang disepakati pada 15 Oktober 2015 lalu. "Kolaborasi selama ini berjalan sangat baik, jadi kita lanjutkan. MoU kali ini berlaku sampai 3 tahun ke depan," ujarnya.

Promosi

Dalam MoU, Accor Hotels yang merupakan perusahaan pengelola serta pemilik hotel dan inovator digital akan mempromosikan branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam situs resmi tiap-tiap hotelnya. Tertera pula, informasi destinasi di nusantara. Efeknya diyakini bakal dahsyat lantaran Accor punya lebih dari 4.100 hotel dan hunian yang tersebar di 95 negara.

Selain itu, Accor Hotels yang mengoperasikan 20 merek hotel dan perusahaan penunjang untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman berbeda bagi para tamu, akan membantu pihak Kemenpar dengan menyiapkan 1.500 kamar. Hal itu dalam rangka mendukung kegiatan promosi pariwisata Indonesia di dalam dan luar negeri. 

"Program-program kemitraan yang dijalankan dengan Accor Hotels sebelumnya telah memberikan dampak positif. Kami antusias melanjutkan kolaborasi ini untuk meningkatkan kunjungan wisman dari pasar-pasar internasional yang merupakan kekuatan jaringan Accor Hotels,"  papar Arief. 

Hak ini juga dinilai sejalan dengan program pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas dan peluncuran 10 destinasi pariwisata dengan branding baru. "Kehadiran Accor Hotels di hampir semua fokus destinasi tersebut dengan produk dan pelayanan profesional memperkuat posisi dan daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional." ungkapnya.

Accor  Hotels Indonesia juga akan menyediakan 1.000 fam room per tahun yang dapat digunakan untuk keperluan promosi Indonesia. Utusan dari Kemenpar yang sedang menjalankan program ke daerah, utusan dari Dinas pariwista, blogger, dan media yang ingin meliput wisata Indonesia dapat menggunakan fasilitas ini.

"Jadi bisa dipakai untuk program menpar, dispar, bloger juga bisa, bahkan media juga," kata Arief sambil menambahkanz kerja sama dengan Accor Hotels sangat potensial di sektor perhotelan. Perhotelan merupakan salah satu faslitas dalam pariwisata yang mana menjadi tempat turis untuk bermalam.***

Baca Juga

Teknologi Broadband Dorong Pariwisata Naik Kelas

JAKARTA, (PR).- Prospek cerah sektor pariwisata menjadi kesempatan bagi Indonesia dalam mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Ekonomi Makro RI Bangkitkan Optimisme

JAKARTA, (PR).- Data ekonomi makro Indonesia pada kuartal III tahun 2017 dinilai membangkitkan optimisme ekonomi nasional.

Enam Koperasi di Jabar Masuk Daftar Koperasi Bermasalah

BANDUNG, (PR).- Enam koperasi yang berkedudukan di Jawa Barat (Jabar) masuk daftar 12 koperasi yang diawasi dan diwaspadai Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Koperasi-koperasi tersebut diduga melakukan praktik menyimpang.