Pentas Ternak 2017 Bidik Transaksi Miliaran Rupiah

Ilustrasi/DEDEN IMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat akan mempertemukan para peternak dan pelaku usaha dari Jabar dengan luar daerah melalui Pentas Ternak 2017. Dalam agenda tahunan tersebut, ditargetkan terjadi kontrak bisnis antarpelaku usaha mencapai miliaran rupiah.

Rencananya, Pentas Ternak 2017 akan diselenggarakan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada 18-19 Juli 2017. Kegiatan ini merupakan gabungan antara kontes ternak ke-36, pesta patok ke-12, dan panen pedet ketiga. Digelar dalam satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Barat dan bulan bakti pertanian. Acara akan dibuka secara resmi oleh Bupati Garut Rudy Gunawan pada Selasa 18 Juli 2017 dan acara puncak akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Rabu keesokan harinya.

Kepala DKPP Jabar Dody Firman Nugraha mengatakan, dalam pentas ternak itu akan ada temu usaha yang menguatkan kerja sama dan pemasaran antarpelaku usaha bisnis peternakan dan produk peternakan. Selain mempertemukan para peternak, temu usaha itu pun memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah di komoditas daging, susu, dan telur.

"Nilai transaksi antarpelaku usaha akan mencapai miliaran rupiah. Yang terlibat nanti dari pengusaha yang peduli peternakan, mulai dari breeding hingga budi daya," ucap Dody, Minggu 16 Juli 2017.

Masalah peternakan

Dody mengungkapkan, masalah mendasar pengembangan ternak sekarang ini dan beberapa tahun ke depan adalah pengadaan bibit secara kualitatif dan kuantitatif. Begitu pula kendala pemasaran dan permodalan dalam usaha peternakan sehingga kurang memotivasi masyarakat untuk bergerak di bidang peternakan.

Dengan kegiatan akbar ini, Dody berharap dapat memotivasi peternak untuk menyediakan bibit pengganti bagi induk yang tak lagi produktif secara swadaya. Dengan demikian, swasembada daging sapi akan terwujud lantaran ada penambahan jumlah ternak karena selama ini Jabar masih bergantung dari provinsi lain dan impor.

"Selain ketergantungan kepada daerah lain dan impor berkurang, pendapatan peternak pun akan bertambah," tutur Dody.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Abdullah Fathul Alam menambahkan, beragam program dihadirkan untuk memberikan pengalaman edukatif dan menarik. Setidaknya, ada 12 program dalam pesta ternak. Beberapa di antaranya kontes ternak, pameran pembangunan peternakan, sosialisasi KUR, domba walk, MoU antarpelaku usaha, gerakan minum susu segar, dan lainnya.

Sebagaimana tahun sebelumnya, ternak yang dikonteskan adalah sapi perah, sapi potong, sapi pasundan, domba garut, kambing PE, dan ayam pelung. Peserta pameran pembangunan merupakan perwakilan dari dinas/instansi, pelaku usaha dan asosiasi peternakan sebanyak 50 stan. Lainnya, sebanyak 27 stan dinas, 3 stan asosiasi, 13 stan produk perusahaan peternakan. Serta 4 stan balai pusat, dan 3 stan perbankan dan permodalan.

Dalam temu usaha nanti, Abdullah menegaskan, akan terjadi kontrak bisnis dan pemasaran yang melibatkan pelaku usaha atau UKM dan produk peternakan, yaitu telur, daging, dan susu. Pasalnya, akan ada banyak pelaku usaha atau pembeli dari Jakarta, Banten, supermarket di Jawa Barat, dan perusahaan di Jawa Barat. Tak menutup kemungkinan adanya pelaku usaha dari provinsi lainnya yang mencari bibit unggul asli Jabar untuk dikembangbiakkan.

"Kegiatan yang akan dilaksanakan banyak. Pada pelaksanaannya akan mengundang berbagai stakeholder, pengusaha, perguruan tinggi, peneliti, fungsional, juga pengusaha hilir. Kegiatan ini bisa membawa masyarakat kesejahteraan bagi peternak," tutur Abdullah.***

Baca Juga

Volume KPR dengan Pembiayaan Syariah Akan Menguat

JAKARTA, (PR).- Volume dan penyaluran kredit pemilikan rumah akan lebih meningkat dengan diluncurkannya Standar Operasi Prosedur Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah.

Disidak Polisi, Jagal Sapi Waswas

SUBANG, (PR).- Semalam, Selasa, 10 Oktober 2017, Tim Supervisi Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau (Upsus Siwab) Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat melakukan inspeksi