KSPI Dukung Aksi Pemogokan Awak Mobil Tangki Pertamina

Awak Tangki Pertamina Unjuk Rasa Minta Pembatalan PHK/ADE BAYU INDRA/PR
SEJUMLAH anggota Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia - Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI-FBTPI) PT Pertamina Patra Niaga melakukan aksi mogok di depan Terminal BBM Bandung Group Ujung Berung, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, 19 Juni 2017. Aksi mogok massal yang dilakukan di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi itu terkait PHK massal kepada 414 awak mobil tangki. Dalam aksinya mereka menuntut beberapa hal antara lain batalkan PHK dan hapuskan sistem kerja kontrak.*

BANDUNG, (PR).- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan dukungannya terhadap aksi mogok nasional Awak  Mobil Tangki (AMT) yang dimulai sejak 19 Juni 2017.

Di Bandung, sejumlah anggota Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia - Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI-FBTPI) PT Pertamina Patra Niaga melakukan aksi mogok di depan Terminal BBM Bandung Group Ujung Berung, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, 19 Juni 2017. Aksi ini terkait PHK massal kepada 414 awak mobil tangki. Dalam aksinya mereka menuntut beberapa hal antara lain batalkan PHK dan hapuskan sistem kerja kontrak.

KSPI dalam siaran persnya menyatakan, aksi pemogokan ini merupakan protes terhadap upaya PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin. Perusahaan tersebut diduga memberangus serikat buruh dan melanggengkan sistem kontrak/outsourcing dengan melakukan PHK besar-besaran pada 26 Mei 2017 terhadap 414 AMT di tujuh depot. Baik PT Pertamina Patra Niaga maupun PT Elnusa Petrofin merupakan anak perusahaan PT Pertamina.

Karyawan tetap

Berdasarkan Nota pemeriksaan Suku Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Sudinakertrans ) Jakarta Utara pada tanggal 26 september 2016 nomor : 4750/-1.838 dan 5 Mei 2017 nomor 1943/-1.838, seharusnya status hubungan kerja Awak Mobil Tanki (AMT) seharusnya beralih menjadi karyawan tetap di PT Pertamina Patra Niaga. Hak-hak normatif, seperti upah lembur, juga seharusnya dijalankan. Namun Nota Pemeriksaan ini diabaikan perusahaan.

Presiden KSPI Said Iqbal mengecam sikap perusahaan yang telah melanggar aturan ketenagakerjaan. "Sebagai sebuah perusahaan negara papan atas, Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin harus menjadi contoh bagaimana kesejahteraan dan perlindungan pekerja diperhatikan dan bahkan mendapat perhatian lebih," kata Iqbal dalam siarabn persnya.

Lebih lanjut ia meminta agar perusahaan plat merah tidak menjadi contoh buruk dalam praktek hubungan industrial yang hanya berorientasi pada keuntungan. Kesejahteraan pekerja juga harus diperhatikan.

KSPI menuntut Pertamina Patra Niaga mempekerjakan kembali seluruh AMT yang di-PHK.

KSPI juga Mendesak Pertamina Patra Niaga untuk mematuhi hukum dengan mengangkat para buruh outsourcing Pertamina Patra Niaga menjadi karyawan tetap di semua depo di tanah air.

Dengan demikian perusahaan wajib membayar upah lembur yang belum pernah diterima buruh sejak 2011, memberi jam kerja manusiawi, dan penerapan penghitungan upah lembur bagi AMT di seluruh Indonesia.

KSPI juga mendesak Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab terhadap AMT korban kecelakaan kerja dan tidak memecat korban kecelakaan.***

Baca Juga

Bandung Jadi Salah Satu Tuan Rumah Kenduri Nasional e-UKM

BANDUNG, (PR).- Bandung menjadi satu satu kota diselenggarakannya Kenduri Nasional e-UKM tahun ini. Acara yang Asosiasi e-Commerce Indosia (idEA)  digelar untuk mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia.