Pengusaha Tiongkok dan Malaysia Siap Kucurkan Investasi 20 Miliar Dolar AS

Ilustrasi/MUHAMMAD ADNAN HARADE

BANDUNG,(PR).- Kesempatan kerja sama antara pengusaha Indonesia dengan Tiongkok dan Malaysia terbuka lebar. Hal itu, setelah 1.500 pengusaha asal Tiongkok dan Malaysia menyatakan minat mereka bekerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi. Mereka siap mengucurkan investasi sebesar 20 miliar US dollar.

Hal itu disampaikan pasa One Belt One Road Forum For Indonesia, Choan and Malaysia cooperation in trade, tourism and investments di Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017. Pertemuan itu untuk menyikapi jalur sutra gagasan Presiden Joko Widodo. Indonesia didorong merintis perkembangan ekonomi ke tiga negara tersebut yaitu Tiongkok, Malaysia dan termasuk Indonesia.‎ 

"Saat itu ada sekitar1.500 orang Tiongkok dan Malaysia. Di sana juga ada orang-orang Indonesia. Mereka para pengusaha-pengusaha mengajak kerja sama di bidang apapun. Kemarin dibagi tiga bidang yang bisa dikerjasamakan yaitu  trade, tourism dan invesment" kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu‎ (PMPTSP) Dadang M Ma'soem kepada "PR", Jumat, 19 Mei 2017.

Investasi di Jabar

Berdasarkan realisasi investasi asing di Jabar selama 2016, Tiongkok dan Hongkong menempati peringkat tiga dengan nilai 6,4 triliun‎ dan Malaysia pada urutan keenam dengan nilai investasi Rp 1,7 triliun.

Menurut dia, dari pihak pemerintah, tidak hanya pemprov Jabar saja yang diundang. Provinsi Kalimantan Barat pun diundang termasuk dengan beberapa pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia.

Pola kemitraan antara para pengusaha tersebut sama halnya dengan kerja sama Sister Province antara Jabar dengan 4 provinsi di Tiongkok pekan lalu. Namun bedanya, pengusaha asal Tiongkok dan Malaysia yang datang langsung menjajaki peluang usaha tiga bidang tersebut ke Indonesia.

"Mereka mau kerja sama dengan pemda yang kira-kira kepastian ada. Jangan sampai sudah banyak berdiskusi tapi ternyata harus pusat. Mereka punya 20 miliar Dolar AS‎. Mereka menjanjikan ayo mana yang kira-kira bisa dikerjasamakan," ujar dia.

Bagi pemerintah atau pengusaha yang siap‎ bekerja sama saat itu bisa langsung menandatangani MoU kerja sama. Namun ada juga yang hanya menjajaki kerja sama.

"Selanjutnya, kami sendiri akan melakukan sosialisai dengan pemerintah kota maupun kabupaten dengan mengumpulkan Dinas PMPTSP se Jabar," kata dia.***

Baca Juga

Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia Naik, Lampaui Tiongkok

JAKARTA, (PR).- Indeks Kemudahan Berusaha di Indonesia naik 19 tingkat ke posisi 72 dari 190 negara yang disurvei oleh Bank Dunia.‎ Posisi ini menjadikan Indonesia memiliki peringkat lebih tinggi dibandingkan beberapa negara berpenduduk besar lainnya seperti Tiongkok dan India.