Tabungan Pasti Tergerus Inflasi, Ini Solusinya

Legowo Kusumonegoro/ASEP BUDIMAN/PR
PRESIDEN Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro saat memberikan edukasi literasi keuangan syariah kepada mahasiswa dan pegiat blog di Kantor Manulife, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat 12 Mei 2017.*

SEMARANG, (PR).- Uang yang disimpan masyarakat dalam bentuk tabungan dipastikan akan terus tergerus oleh inflasi. Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan bisa mengalahkan laju inflasi.

Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro menyampaikan hal itu saat memberikan edukasi literasi keuangan syariah kepada mahasiswa dan pegiat blog di Kantor Manulife, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat 12 Mei 2017. "Investasi itu tujuannya untuk mengalahkan inflasi," kata Legowo Kusumonegoro.

Dia menjelaskan, inflasi di Indonesia secara umum berkisar 5,68 persen per tahun. Apabila penghasilan disimpan dalam bentuk tabungan, dipastikan akan terus tergerus oleh inflasi.

"Kenaikan inflasi sekitar 5 persen itu kelihatannya kecil, tapi kalau bertahun-tahun kan besar juga," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Legowo mengungkapkan konsep 3i, yaitu insyaf, irit, dan investasi. Berdasarkan survei MAMI, banyak responden yang belum memahami manfaat investasi sehingga perlu insyaf untuk mulai sadar investasi.

Investasi ke mana?

"Inti jawaban responden. Mereka tidak tahu buat apa investasi. Kan sudah menabung. Pertanyaannya apakah menabung di tempat benar," ucapnya.

Kendati sudah menabung, kata Legowo, mereka belum ingin berinvestasi. Alasan klasik yang kerap dikemukakan adalah tidak punya uang meski mereka memiliki penghasilan.

Setelah mengetahui manfaat berinvestasi, ungkap Legowo, kebanyakan orang tidak tahu berapa yang harus diinvestasikan dan diinvestasikan ke mana. Sehingga, dengan menabung di bank konvensional dianggap sudah berinvestasi.

Legowo pun mengingatkan kaum muslimin, pentingnya berinvestasi di produk yang halal. Selain itu, sering kali masyarakat terjebak dengan investasi bodong yang menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi.

"Cara menghindari investasi bodong adalah dengan mengecek apakah pengelola dan produk investasinya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Kedua, jangan terkecoh wajah/tokoh familiar yang jadi ikon," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini MAMI mengelola dana sebesar Rp 54 triliun dengan kontribusi dari reksa dana sebesar Rp 17 triliun. Di Indonesia, MAMI menjadi perusahaan dengan investor terbanyak. MAMI memiliki lebih dari 183 ribu investor, sementara total jumlah investor reksadana di Indonesia masih di bawah 500.000 investor.***

Baca Juga

Ekspor-Impor ke Malaysia dan Thailand Tak Perlu Pakai Dolar AS

JAKARTA, (PR).- Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia, dan Bank of Thailand meluncurkan local currencey settlement framework untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi antar tiga negara tersebut.

Ini Pentingnya Pengendalian Inflasi

JAKARTA, (PR).- Pemerintah selama beberapa waktu terakhir terus konsen melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi.