Startup Digital Indonesia Diincar Venture Capital Silicon Valley

Pitching/DOK INDIGO
Binaan Indigo.id saat pitching di hadapan venture capital, angle investor, dan startup global pada Global Venture Summit di Nusa Dua, Bali, 19-21 April 2017.*

BANDUNG, (PR).- Startup digital Indonesia mulai menjadi incaran banyak venture capital, termasuk dari Silicon Valley. Hal itu tidak terlepas dari tingginya jumlah populasi dan semakin besarnya penetrasi internet di Indonesia yang menjadi pasar potensial.

Demikian diungkapkan Co Chief Executive Officer (Co-CEO) Bandung Initiative Movement (BIM), Nur Islami Javad, di Bandung, Sabtu, 29 April 2017. Menurut dia, venture capital umumnya memberikan modal kepada startup senilai 100.000 dolar Amerika Serikat (AS) sampai dengan 50 juta dolar AS (Rp1,3 miliar-Rp667 miliar).

"Kesuksesan startup seperti Gojek dan Traveloka, membuat Indonesia semakin seksi di mata venture capital," katanya.

Berdasarkan data BIM, East Ventures memberikan modal sekitar Rp1,3 miliar–Rp280 miliar kepada startup. CyberAgent Ventures Rp1,6 miliar–Rp142 miliar, Rebright Partners Rp13 miliar–Rp53 miliar, Fenox Rp6,6 miliar-Rp133 miliar, Skystar Capital Rp11 miliar, dan GREE Ventures sekitar Rp106 miliar–Rp667 miliar.

"Belum ada data total potensi injeksi modal secara keseluruhan karena belum terbentuk asosiasi resmi venture capital," ujarnya.

Sejumlah startup digital mengakui, peran venture capital dan angel investor sangat signifikan dalam menunjang keberlangsungan startup digital untuk berkiprah di pasar lokal maupun global. Pasalnya, sebagian besar startup digital belum bankable, sehingga masih sulit mengakses permodalan perbankan.

Namun, CEO PrivyID (startup binaan Indigo.id), Marshall Pribadi, mengakui, tidak mudah mendapatkan venture capital. Pasalnya, sebagian besar startup digital tidak memiliki jejaring ke venture capital.

Hal serupa dilontarkan CEO Goers, Sammy Ramadhan. Menurut dia, tidak mudah bagi startup digital untuk memiliki kesempatan presentasi (pitching) di depan venture capital, apalagi mendapatkan suntikan modal.

Sementara itu, untuk menjembatani antara venture capital dan startup digital, pekan lalu Indigo.id mengirimkan 10 binaannya untuk mengikuti Global Venture Summit (GVS) di Nusa Dua Bali. Mereka adalah Sonar, Goers, Amtiss, Minutes, Forstok, Privyid, Kofera, Kartoo, Payfazz, dan Jasa Connect.

GVS dihadiri sekitar 25 venture capital dari Silicon Valley, lebih dari 50 angels (injektor sosial) internasional, hingga ratusan perusahan teknologi informasi komunikasi (TIK). Ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sekitar 50 startup digital dari dalam dan luar negeri.

Managing Director Indigo.id, Ery Punta Hendraswara, mengatakan, kesepuluh binaan Indigo.id tersebut mendapatkan kesempatan presentasi dan memamerkan produknya. Potensi kucuran dana yang diraih binaan Indigo.id dari kegiatan tersebut mulai dari ratusan ribu hingga jutaan dolar AS.***

Baca Juga

Di Daerah Ini, Layanan Voice Masih Diminati

BANDUNG, (PR).- Kendati penggunaan layanan voice terus anjlok seiring dengan melonjaknya layanan data, namun layanan konvensional itu masih menjadi kebutuhan utama di sejumlah daerah.

Penjualan Pelumas Pertamina Tumbuh 6-8 Persen

BANDUNG, (PR).- Pada semester I/2017 penjualan pelumas ritel PT Pertamina Lubricants Sales Region III Jawa Bagian Barat (JBB) diprediksi naik 6%-8% year on year (yoy).