Tujuh Perusahaan Investasi Online Dihentikan

Tongam L. Tobing/ASEP BUDIMAN/PR
KETUA Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobin.*

JAKARTA, (PR).- Kegiatan usaha tujuh perusahaan investasi yang diduga tak berizin, dihentikan oleh Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi). Ketujuh entitas tersebut diadukan lantaran menawarkan investasi di internet atau media online yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Satgas Waspada Investasi telah menerima pengaduan masyarakat dan menemukan beberapa penawaran investasi di internet atau media online yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan/Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, Rabu, 26 April 2017.

Ketujuh perusahaan tersebut, yakni CV Mulia Kalteng Sinergi, Swiss Forex International, PT Nusa Profit, PT Duta Profit, PT Sentra Artha,
PT Sentra Artha Futures, dan www.lautandhana.net.

Untuk terus memberikan perlindungan kepada masyarakat, Satgas Waspada Investasi pada tanggal 18 April 2017 telah menghentikan kegiatan usaha tujuh entitas karena tidak memiliki izin dalam menjalankan kegiatan usahanya serta telah memberikan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Tongam menjelaskan, kegiatan yang dilakukan oleh entitas tersebut telah menjadi perhatian Satgas Waspada Investasi. Pasalnya, masyarakat mengadukan dan mempertanyakan legalitas dan kegiatan usaha yang dilakukan ketujuh entitas tersebut.

Menurut Tongam, Satgas telah melakukan analisis terhadap kegiatan usaha entitas tersebut dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku menyatakan bahwa kegiatan dari entitas tersebut harus dihentikan.
Sebagai bentuk tindak lanjut penanganan, Satgas Waspada Investasi telah memanggil tujuh entitas tersebut untuk dapat menyampaikan dokumen atau informasi mengenai legalitas dan kegiatan usaha yang dilakukan. Namun, perusahaan tersebut tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Tongam meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan investasi dengan tujuh entitas tersebut dan melapor kepada Satgas Waspada Investasi apabila masih terdapat kegiatan penawaran investasi yang dilakukan. Dia mengimbau masyarakat mewaspadai penawaran investasi yang menawarkan produknya tanpa izin dan menjanjikan imbal hasil yang tinggi tanpa risiko.

Selama 2017 hingga April ini, Satgas Waspada Investasi sudah menghentikan kegiatan 26 entitas yang diduga menawarkan produk investasi ilegal.***

Baca Juga

Rumah Dijual Bekas di Jabar Tumbuh 12% per Tahun

BANDUNG, (PR).- Pergerakan properti di Jawa Barat, terutama Bandung Raya, masih mengalami stagnasi jika dilihat dari penjualan properti baru. Namun, penjualan rumah dijual bekas justru meningkat dengan pertumbuhan rerata 12% per tahun.

Tabungan Pasti Tergerus Inflasi, Ini Solusinya

SEMARANG, (PR).- Uang yang disimpan masyarakat dalam bentuk tabungan dipastikan akan terus tergerus oleh inflasi. Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan bisa mengalahkan laju inflasi.

Trend Bayar Zakat Secara Online, Bagaimana Hukumnya?

JAKARTA, (PR).- Umat muslim di Indonesia saat ini memiliki kecenderungan untuk lebih memilih menyalurkan zakat dan sedekahnya melalui aplikasi online.‎ Selain transfer melalui bank, penyaluran sedekah juga mulai dilakukan melalui lembaga s