Fakta-fakta Hubungan Bilateral Indonesia dan Amerika Serikat

Tiba di Bandara Halim/ANTARA FOTO
WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence (kiri) melambaikan tangan saat tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 19 April 2017 malam. Agenda utama kunjungan perdana Michael R. Pence ke Indonesia yaitu berkaitan dengan kepentingan Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ekonomi dan politik.*

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo akan menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden Amerika Serikat, Michael Richard Pence di Jakarta, Kamis, 20 April 2017. Mike Pence juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Wapres Jusuf Kalla. Dilanjutkan dengan pertemuan dengan pemuka agama pada hari yang sama.

Mike Pence juga akan melakukan pertemuan dengan Sekjen ASEAN dan pelaku bisnis Jumat, 21 April 2017.

Indonesia dan Amerika Serikat akan menggarisbawahi arti penting keberlanjutan kemitraan strategis kedua negara. Beberapa topik lain yang akan diangkat pada kunjungan:

  1. Peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi
  2. Kerja sama maritim
  3. Kerja sama penanggulangan terorisme
  4. Peningkatan saling pengertian dalam memajukan toleransi beragama dan nilai Islam moderat
  5. Keberlanjutan keterlibatan AS di kawasan Asia dan Pasifik khususnya Asia Tenggara

Berikut ini fakta di balik hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, seperti dikutip dari rilis Kementerian Luar Negeri RI

Perdagangan bilateral

Nilai perdagangan AS merupakan yang terbesar keempat ke Indonesia. Pada tahun 2016 nilainya 23,4 miliar dolar AS, yang memang lebih rendah dari 2015 senilai 23,8 miliar dolar AS. Namu, jumlah itu surplus 8,6 miliar dolar AS untuk RI.

Nilai investasi

Total investasi Amerika Serikat ke Indonesia memiliki nilai tertinggi ketujuh dibandingkan Negara lain. Tahun 2016 1,16 miliar dolar AS dalam 540 proyek, naik dari penanaman modal tahun 2015 senilai 893,2 juta dolar AS dalam 261 proyek. Bidang usaha yang paling dimintai oleh para investor AS di Indonesia adalah pertambangan, makanan, alat angkut dan kimia/farmasi.

Komoditas Utama RI ke AS

Nilai perdagangan produk manufaktur apparel 4,72 miliar dolar AS, produk makanan 1,78 miliar dolar AS, Produk kulit 1,56 miliar dolar AS, komputer dan produk elektronik 1,43 miliar, produk perikanan 1,39 miliar dolar AS.

Komoditas Utama RI dari AS

Nilai perdagangan produk pertanian 1,81 miliar dolar AS, produk makanan 783,7 juta dolar AS, bahan kimia 781,6 juta dolar AS, dan alat transportasi 626,4 juta.

WNI di AS

Jumlah warga Indonesia yang menetap di AS sampai Januari 2017 adalah 144.125 orang. Sekitar 8.727 adalah mahasiswa. Sementara jumlah wisatawan Amerika Serikat ke Indonesia tercatat pada 2016: 296.183 orang.***

Baca Juga

Jokowi Janji Beri Akses pada Pengusaha Nadliyin

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo berjanji kepada Himpunan Pengusaha Nahdliyin agar bisa mendapat kesempatan berusaha. Baik melalui bantuan permodalan atau masuk ke proyek-proyek pemerintah atau BUMN.

Ini Agenda Kunjungan Jokowi ke Tiongkok

BEIJING, (PR).- Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendarat di Bandara Internasional Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu 13 Mei 2017. Presiden tiba tepat pukul 20.21 Waktu Setempat (WS) atau pukul 19.21 (WIB).

Presiden Joko Widodo

Presiden Minta Akses Informasi Keuangan Dibuka

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo mengaku telah berkali-kali menyampaikan tentang pembukaan akses informasi keuangan dari lembaga-lembaga keuangan. Hal itu telah berulang kali disampaikan sejak sejak sosialisasi tax amnesty.

Investor Kecewa oleh Persoalan Perizinan di Indonesia

BOGOR, (PR).- Membuka rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan masih ada persoalan yang menyebabkan investor kecewa. Persoalan itu dikatakannya tidak fundamental dan cenderung kecil.