Jumlah Pengangguran Terbuka di Jabar 1,8 Juta Orang

Ilustrasi/DWI SETYADI/PR

BANDUNG, (PR).- Lebih dari 50% pengangguran terbuka di Jawa Barat (Jabar), khususnya yang berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP), memilih untuk bekerja secara mandiri. Saat ini jumlah pengangguran terbuka di Jabar mencapai 1,8 juta orang.

Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan. Pengangguran ini terjadi karena angkatan kerja tersebut belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal atau dikarenakan faktor malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Ferry Sofwan Arif. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Pelatihan Kerja Mandiri Minat Usaha Tata Boga yang diselenggarakan Balai Pelatihan Kerja Mandiri (BPKM) Jabar di Bandung, belum lama ini. Menurut dia, kerja mandiri juga sudah mulai menjadi pilihan sadar sejumlah lulusan pendidikan tinggi.

"Kami juga terus berupaya untuk mendorong semakin banyak pencari kerja memilih untuk menjalankan usaha mandiri dan tidak hanya berorientasi untuk mendapatkan pekerjaan sebagai profesional," katanya.

Dengan demikian, menurut dia, bukan hanya mendapatkan penghasilan, sebagai pemilik sebuah unit bisnis, mereka bisa berkontribusi dalam perluasan kesempatan kerja di Jabar. Lebih jauh, mereka bisa berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Jabar. "Banyak sektor yang potensial untuk dimasuki. Salah satu yang prospektif di Jabar adalah usaha di sektor kuliner," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, per Agustus 2016 jumlah pengangguran terbuka (TPT) Jabar tercatat sebanyak 1.873.861 orang. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah TPT Jabar meningkat sebanyak 78.987 orang, dari 1.794.874 orang pada Agustus 2015.

Pada periode tersebut Jabar memiliki angkatan kerja sebanyak 21.075.899 orang, naik sebanyak 489.543 orang dibandingkan Agustus 2015 yang tercatat sebesar 20.586.356 orang. Tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 60,65%. Total penduduk Jabar mencapai 46,7 juta jiwa. 

Salah satu upaya yang digelar Disnakertrans Jabar untuk mendorong semakin banyaknya pencari kerja yang menjalankan usaha mandiri, menurut Ferry, pihaknya mengelar pelatihan kerja mandiri dengan minat usaha tata boga. Pelatihan tersebut, menurut dia, digelar untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan, keterampilan dan jiwa wirausaha masyarakat Jabar dalam rangka membentuk kelompok rintisan kerja/usaha mandiri. 

Kepala BPKM Jabar, Pupun Saefunudin, mengatakan bahwa pelatihan diikuti sebanyak 30 peserta. Mereka mendapatkan pelatihan untuk mengolah aneka makanan seperti roti, cheese stick, cookies, dan camilan. "Kenapa fokusnya tata boga? Karena sektor kuliner sangat prospektif untuk dikembangkan di Jabar. Pasarnya luas karena Jabar sudah terkenal akan kelezatana kulinernya," tutur Pupun.

Setelah mengikuti kegiatan pelatihan kerja mandiri, menurut dia, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pameran. Salah satunya diikutsertakan pada Gelar Produk Wirausaha Baru (WUB) Jabar pertengahan Maret lalu. Tujuannya, untuk memberikan gambaran sekaligus pengalaman nyata dalam melaksanakan aktivitas usaha yang akan dirintis.***

Baca Juga

DUA remaja menyelesaikan pembuatan mural, di RW 07, Jln. Kom. Supadio, Kampung Cicukang, Kota Bandung, Sabtu (7/4). Sejumlah dinding di pemukiman tersebut kini dihiasi mural, untuk menambah indah tata ruang.

Pemda Harus Permudah Perizinan Usaha Kreatif

BANDUNG, (PR).- Pemerintah daerah (Pemda) harus mempermudah perizinan pelaku usaha kreatif, bahkan menggratiskan biayanya. Selama ini, selain pembiayaan, perizinan adalah salah satu kendala terbesar bagi pelaku usaha kreatif.