Jangan Tanam Kentang Impor

NGAMPRAH, (PRLM).- Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat, Ida Nurhmida mengimbau para petani tidak menanam benih kentang impor, karena belum tentu kualitasnya baik. Bahkan, kentang impor juga berpotensi menyebabkan tersebarnya penyakit nematoda sista kuning (NSK) yang merusak tanaman.

“Jangan tergoda dengan bentuk kentang impor yang bagus, seperti ukurannya yang besar dan tampak segar. Kentang impor sebenarnya harus dikarantina dulu agar kualitasnya terjamin,” katanya saat ditemui di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (3/11).

Ida mengungkapkan, tak jarang petani yang tergoda untuk menanam benih kentang impor karena melihat bentuknya yang baik. Padahal, menurut dia, kentang impor yang belum teruji kualitasnya dikhawatirkan menyebarkan penyakit NSK pada tanaman yang baru steril dalam 20-30 tahun.

Meskipun bentuknya tidak mencolok, kentang lokal lebih baik kualitasnya karena dataran rendah di Indonesia sangat mendukung untuk pertumbuhan kentang dengan kualitas yang terjamin. Di Kabupaten Bandung Barat, daerah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman kentang yaitu di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta. (A-192/A-88)***

Baca Juga

OJK Hadirkan Perpustakaan Digital Ketentuan Perbankan

JAKARTA, (PR).- Untuk memberikan layanan dalam bidang penyediaan informasi, Otoritas Jasa Keuangan mengembangkan aplikasi kodifikasi dan pencarian ketentuan perbankan yang diberi nama Sistem Informasi Ketentuan Perbankan Online (SIKePO).

BIsnis Koperasi di Indonesia Belum Tergali Maksimal

BANDUNG, (PR).- Kementerian Koperasi dan UKM dan Dewan Koperasi Indonesia beserta berbagai pemangku kepentingan tengah merumuskan apa yang akan diusung pada Kongres Koperasi ke-3 tahun ini.