Ini Solusi Ridwan Kamil untuk Banjir Pagarsih

Banjir/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
WARGA mengambil gambar menggunakan telepon genggam saat terjadi banjir di Jalan Pagarsih, Kota Bandung, Minggu 13 November 2016. Menurut warga sekitar, banjir yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut biasanya hanya datang saat awal dan penghabisan musim hujan. Namun, kini datangnya banjir tidak bisa diprediksi seiring tingginya intensitas hujan.*

BANDUNG, (PR).- Setiap musim hujan Jalan Pagarsih selalu mendapat sorotan. Ruas jalan ini kerap dilanda banjir parah. Mobil yang hanyut karena terseret banjir pernah terjadi beberapa kali. Untuk mengatasinya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan solusinya. 

Menurut dia, Pemerintahan Kota Bandung tahun ini akan membuat basement retensi air di Jalan Pagarsih. Upaya itu dipercaya akan mengatasi permasalahan banjir yang kerap kali terjadi di sana.

Ridwan Kamil menyampaikan hal itu secara langsung kepada warga Pagarsih seusai melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Berjemaah di Mesjid Al-Khusyu Jalan Pagarsih, Gang Warga Asih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Minggu 23 April 2017.

"Seluruh Pagarsih akan saya bongkar, mau dibikin basement. Basement-nya bukan untuk parkir mobil, tapi untuk parkir air," tutur Ridwan.

Proyek pembangunan Basement Retensi Pagarsih yang telah selesai dilelang sejak awal tahun 2017 lalu diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar 20 miliar. Ridwan meminta maaf kepada warga sekitar. Ia juga meminta agar warga memahami situasi pembangunan yang akan mendatangkan berbagai masalah seperti kemacetan.

"Saya minta maaf, mohon pengertiannya, jadi kota ini lagi sakit, mau dikasih obat tapi obatnya rada pahit. Mohon maklum ketika proses konstruksi akan ribet," ucapnya. Wali Kota juga berharap proses pembangunan basement retensi ini dapat diselesaikan secepatnya. "Mudah-mudahan tahun ini selesai," ucap Ridwan.

Sungai Citepus

Jalan Pagarsih dilintasi aliran Sungai Citepus. Sungai itu dianggap berkontribusi besar terhadap bencana banjir di wilayah tersebut. Selain karena debit air yang semakin deras karena perubahan iklim, sungai ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

Hal lain yang menjadi penyebab adalah daerah permukiman warga yang semakin merangsek ke bantaran sungai. Perilaku membuang sampah ke sungai juga berperan terhadap meluapkan Sungai Citepus.  Pemerintah Kota Bandung beberapa kali mencoba mengeruk sungai itu namun belum terlalu efektif dalam mengatasi  banjir.***

Baca Juga

Gurilaps, Aplikasi Wisata Jawa Barat

BANDUNG, (PR).- Provinsi Jawa Barat melalui BUMD PT Jaswita (Jasa dan Pariwisata) meluncurkan aplikasi Gurilaps dan situs gurilaps.com guna mempermudah wisatawan mengakses objek wisata di Jabar.