Tujuh Pengeroyok Haringga Sirla Diperiksa, Balok dan Besi Jadi Senjata

Pelaku Pengeroyokan Suporter/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
POLISI menggiring sejumlah terduga pelaku pengeroyokan suporter yang menyaksikan pertandingan Persib vs Persija hingga tewas di Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Senin, 24 September 2018. Akibat kejadian tersebut para terduga diancam kurungan penjara selama 15 tahun.*

BANDUNG, (PR).- Polrestabes Bandung berhasil mengamankan sejumlah oknum yang diduga pelaku pengeroyokan seorang suporter Persija, Haringga Sirla. Haringga tewas dikeroyok oknum bobotoh jelang laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Minggu 23 September 2018.

Kasatreskim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana menjelaskan bahwa masing-masing para pelaku pengeroyokan memiliki peran yang mengakibatkan korban meninggal.

"Di sini ada tujuh pelaku yang kami amankan. Semua punya peran dalam kasus ini, semuanya mengakui telah melakukan pengeroyokan pada korban", ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana saat sesi jumpa media di Polrestabes Bandung, Senin 24 September 2018.

Yoris menuturkan bahwa saat ini jajarannya telah mengamankan tujuh pelaku pengeroyokan, dan masih mendalami kasus ini serta memeriksa saksi-saksi yang ada.

"Ada tujuh pelaku yang berhasil kami tangkap hingga saat ini. Semuanya berperan dalam kejadian, ada yang memukuli, ada juga yang menggunakan balok serta besi sebagai benda yang dugunakan untuk memukul korban," ujarnya.

Yoris menuturkan bahwa semua pelaku yang terlibat dalam kasus ini akan mendapatkan hukuman penjara diatas tujuh tahun sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Yang jelas, semua pelaku akan mendapat kurungan penjara lebih dari tujuh tahun", pungkasnya.

Korban diketahui bernama Haringga Sirla  yang merupakan warga Bangunusa, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Haringga Sirla sempat diminta menunjukkan KTP

Dalam sesi jumpa media Yoris juga menerangkan bahwa awal mula korban dikeroyok oleh oknum suporter tersebut, dimulai saat korban diminta menunjukkan kartu identitasnya oleh para pelaku.

"Jadi para oknum suporter tersebut meminta korban untuk menunjukkan kartu identitasnya, lalu korban lari untuk menyelamatkan diri namun berhasil dikepung oleh para oknum suporter tersebut", ujar Yoris.

Sementara itu, terkait adanya video pengeroyokan korban yang beredar di media sosial, Yoris mengharapkan agar video-video tersebut dihapus, guna menghargai serta menjaga perasaan pihak keluarga korban.

"Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video-video tersebut, demi menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan. Ini juga demi menjaga kondusifitas", tutur Yoris. (Abdul Muhaemin)***

Baca Juga

Kemenag Tertarik Asrama Haji Dibangun di BIJB

BANDUNG,(PR).- PT BIJB merencanakan akan membangun asrama haji di kawasan Aerocity BIJB. Hal itu seiring dengan ketertarikan pihak Kementrian Agama terhadap lokasi di Aerocity BIJB yang dinilai cocok sebagai lokasi asrama.