Ridwan Kamil Ingatkan Kini Gubernur Bisa Mencabut Perwal atau Perbup

Pisah sambut Ridwan Kamil-Oded M Danial/HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jabar Ridwan Kamil ­mengajak seluruh kepala daerah dan DPRD di Jabar untuk mendalami PP Nomor 33/2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat. Peraturan yang menguatkan peran gubernur atas wali kota dan bupati itu, akan membuka ­peran dewan dalam koordinasi dan ­komunikasi soal kebijakan.

”Saya titip DPRD (Kota Bandung), ada PP Nomor 33/2018. Ada kewenangan baru gubernur. Agar dipelajari ASN dan anggota dewan. Semangat PP ini, kewenangan gubernur lebih jelas. Perwal pun bisa dibatalkan,” ujar Ridwan, dalam sam­butan di Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Pidato Penyampaian Visi dan Misi Wali Kota Bandung Periode Tahun 2018-2023, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat 21 September 2018.

Dengan aturan baru itu, Ridwan meyakini ada banyak hal yang harus dipelajari tentang kewenangan da­lam koordinasi antara kepala daerah dan DPRD di provinsi serta kabupa­ten/kota. Dalam PP itu, kata Ridwan, gubernur bisa memberi sanksi dan penghargaan bagi kabupaten/­kota. Di sisi penghargaan, banyak program bantuan dari gubernur, khususnya untuk Kota Bandung.

”Untuk Bandung ada dua jalan layang. Silakan tentukan lokasinya. Ada bantuan 2 pasar direnovasi. Mang­ga diatur. Rezeki jangan ditolak. Saya akan memperbaiki akses ke lokasi wisata Rp 15 miliar. Untuk menciptakan destinasi baru, ada Rp 40 miliar per kota. Bisa untuk menjaga 7 juta wisatawan ke Bandung. Du­lu bantuan keuangan ke Kota Bandung minim. Kalah oleh (dae­rah) lain ratus-ratus (miliar), kita (Bandung) puluh-puluh,” ujarnya.

Sementara itu, Oded berharap, dengan adanya mantan Wali Kota Bandung sebagai Gubernur Jabar, kemitraan dengan pemprov akan terjalin dengan semakin baik. ”Ka­lau kemarin berjuang dengan Kang Emil secara politis sejak awal, kini saya akan meneruskan membangun Kota Bandung. Tentu saja komuni­kasi dan kolaborasi dengan provinsi akan kita tingkatkan,” ujar Oded.

Oded tuntaskan sisa program Ridwan Kamil

Sebagai pemimpin baru Kota Bandung, Oded akan melanjutkan semua sisa program pembangunan yang selama ini belum tertuntaskan. Ia telah mengumpulkan seluruh SKPD terkait tentang program-program yang belum terselesaikan.

”Untuk fly over, yang sudah ada DED (detail engineering design) di Jalan Gatot Subroto-Laswi. Saya sudah instruksikan kepada teman-teman bahwa tahun 2019 itu tahun DED,” katanya.

Terkait dengan program 100 hari, ia dan Yana akan mengedepankan program-program yang tidak terlalu ber­dampak anggaran. Itu karena saat ini anggaran untuk APBD per­ubahan masih dibahas. ”Saya akan memaksimalkan sisa-sisa program yang dilaksanakan di SKPD dari APBD murni dari Januari sampai Desember 2018. Itu dimaksimalkan. Saat ini saya ingin mengajak warga pada gerakan-gerakan yang mening­kat­kan kualitas SDM,” ujarnya.

Ketua DPRD Isa Subagja menga­takan, tema memantapkan Bandung Juara, akan menjadi tantangan bagi Oded-Yana untuk menambah pres­tasi Kota Bandung. ”Artinya harus lebih mantap lagi. Jangan turun, ­ja­ngan tetap, harus lebih. Kemarin 348 penghargaan. Ini tantangan. Ha­­­rus naik. Harus sesuai motto yang disampaikan Mang Oded. Kalau te­tap berarti jalan di tempat,” katanya.

Selain itu, kata dia, dibutuhkan peningkatan pola komunikasi antara Oded-Yana dengan dewan. Masalah klise Bandung harus bisa diselesai­kan Oded-Yana. Selama ini urusan wajib pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dari tahun ke tahun belum ada titik penyelesaian. Selalu timbul masalah. Semoga dengan kepemimpinan Mang Oded itu tuntas,” ujar Isa.***

Baca Juga