Siswa SD Jadi Korban Sabetan Pisau Pemuda Mabuk

Korban/MUHAMMAD FIKRY MAULUDY/PR

BANDUNG, (PR).- Ahmad Zaini Dahlan (12), masih belum bisa kembali belajar di sekolah karena harus istirahat akibat luka sobekan di tangan yang dideritanya. Seorang pelaku yang hingga kini masih buron telah melukai tangannya dengan pisau, pada Minggu, 9 September 2018.

Ibunda Zaini, Ai Dedeh Saidah (37) menceritakan awal mula peristiwa berdasarkan penuturan anaknya. Kejadian bermula ketika Zaini menghadiri tabligh akbar, di kawasan Sumbersari, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung, Sabtu 8 September 2018 malam. Sekitar pukul 00.30, ia dan enam temannya tengah berjalan kembali ke rumah, di Gang Karya Bakti, RT 002/004, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Di Jalan Caringin, sekitar 300 meter dari rumahnya, sekumpulan anak-anak SD itu dihampiri dua pemuda yang menggunakan sepeda motor berboncengan. Seorang pemuda mengampiri Zaini untuk menanyakan arah jalan menuju Cigondewah.

Belum sempat dijawab, muncul sepeda motor yang dinaiki dua orang dari arah belakang anak-anak itu. Motor itu dikemudikan seorang wanita muda. Dari atas sepeda motor yang melaju, seorang pemuda yang duduk dibonceng menyabetkan pisau ke bagian lengan Zaini yang tengah menunjuk arah jalan kepada pengendara motor sebelumnya.

“Mungkin karena merasakan sakitnya sabetan itu, langsung anak saya teriak ‘Allahuakbar’. Teman-temannya juga kaget,” kata Dedeh, saat ditemui di kediamannya.

Dengan luka sabetan cukup dalam, darah mengucur dari lengan siswa SD MI Darussalaam Caringin itu. Sesaat setelah kejadian, pelaku dan temannya berhenti dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Mereka menoleh ke arah sekumpulan anak kecil itu.

“Kata salah satu teman Zaini, pelakunya malah ketawa-ketawa sambil ngeliatin anak-anak itu. Enggak tahu apa dia nertawain anak saya yang baru disabet pisau atau nertawain siapa. Tapi katanya kayak yang lagi mabuk. teman anak saya masih ingat muka pelakunya. Dia bilang hafal mukanya kalau lihat lagi pelakunya,” tuturnya.

Berpencar

Setelah puas melakukan tindakan itu, dua sepeda motor itu kabur menyebar berbeda arah. Saat kejadian, banyak saksi mata. Zaini dibantu seorang mekanik bengkel di kawasan itu. Ia dibalut kain perban seadanya, asal darah tidak mengucur.

Sekelompok teman-teman sepermainan Zaini di lingkungan rumahnya tersebut memberikan tambahan kesaksian kejadian yang berlangsung sangat singkat itu. Dedeh mendapat kabar, seorang anak yang lebih muda dari Zaini dikabarkan selamat dari potensi kejahatan jalanan itu.

Posisinya berada tepat di belakang Zaini. Saat kejadian penyabetan, anak itu sempat mundur satu langkah. Jika tetap dalam posisinya, kemungkinan besar sabetan pisau itu mengenai anak tersebut.

Sesampainya di rumah, keluarga kaget karena Zaini diantar banyak orang. Ayahnya, Amud Mahmudin (48), langsung membawa Zaini ke RS Immanuel Kopo. Dengan luka sabetan sepanjang 10 sentimeter, Zaini mendapat 15 jahitan.

Siang harinya, Amud melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babakan Ciparay. “Saat ini kasusnya sedang diselidiki polsek. Ya saya berharap pelakunya tertangkap dan mempertanggungjawabkan perilakunya,” ujar Amud.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga

Bandung Butuh 20 Kolam Retensi

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung selayaknya memiliki 20 kolam retensi untuk mampu menangani derasnya aliran air dari wilayah utara saat curah hujan tinggi. Saat ini Kota Bandung baru memiliki dua kolam retensi.

Masjid Terapung Bakal Menjadi Wisata Religi

BANDUNG, (PR).- Pembangunan Masjid Provinsi Jawa Barat Al Jabbar telah memasuki 48 persen pekerjaan. PT Wika Gedung sebagai pelaksana proyek, punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan hingga akhir tahun.