Formasi CPNS Kota Cimahi 240 Orang, untuk Honorer K2 Hanya 4 Kursi

CIMAHI, (PR).- Kota Cimahi mendapatkan jatah kuota 240 dari 250 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang diajukan ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI. Dari jumlah tersebut, didominasi formasi guru namun  kuota untuk honorer K2 hanya teralokasi 4 kursi.

Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi Harjono membenarkan hal tersebut. "Untuk Cimahi kita dapat formasi CPNS 240 dari pemerintah pusat. Khusus untuk kuota honorer K2 memang teralokasi 4 kursi," ujarnya, Minggu 11 September 2018. 

Dari 240 formasi yang didapat, dominan peruntukan untuk guru Sekolah Dasar (SD) yang mencapai 195. Kemudian, untuk tenaga kesehatan seperti dokter spesialis, bidan dan perawat mencapai 28 formasi.

"Sisanya 13 tenaga tehnis teridri dari D3 dan S1 arsitek, teknik sipil lingkungan dan planologi. Serta untuk honorer K2 4 orang," ucap Harjono.

Bagi formasi Honorer Kategori 2 untuk guru, mereka tetap harus mengikuti seleksi umum seperti pelamar lainnya. Selain itu, ada juga persyaratan khusus yang harus dipenuhi K2 di antaranya usia maksimal 35 tahun per 1 Agustus mendatang. Serta pernah mengikuti tes CPNS tahun 2013 lalu.

"Hal itu harus dibuktikan dengan kartu kepesertaan tes CPNS tahun 2013 lalu dan sudah sarjana sebelum pendataan. Honorer K2 juga bisa mendaftar di formasi lain asal usianya maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018," ujarnya.

Harjono melanjutkan, sesuai intruksi Menpan RB, pihaknya juga akan menyediakan formasi khusus penyandang disabilitas dan peraih cumlaude. Untuk alokasi formasinya masih dalam pembahasan. 

"Kita sedang memformulasikan formasi mana yang cocok untuk memfasilitasi difabel dan yang punya kemampuan nilai akademik diatas rata-rata," tuturnya.

Pihaknya lega akhirnya pemerintah pusat menghentikan moratorium penerimaan CPNS sejak 2013 mengingat kebutuhan tambahan personil yang mendesak demi peningkatan kualitas layanan birokrasi. Pendaftaran CPNS 2018 hanya dilakukan di situs sscn.bkn.go.id. 

"Setelah menunggu sekian lama, pemerintah akhirnya resmi mengumukan kepastian penerimaan CPNS 2018. Tak ada jalur lain untuk penerimaan CPNS 2018 kecuali hanya sistem daring lewat situs resmi. Kalau ada yang menawarkan untuk mendapat kemudahan atau apapun apalagi dengan imbalan jasa berupa materi, mohon masyarakat jangan mudah percaya khawatir terkena penipuan," tuturnya.

Honorer K2 amat kecewa

Koordinator pegawai honorer Aliansi Kategori 2 Bersatu (AK2B) Kota Cimahi Eko Marhendro mengaku sangat kecewa atas minimnya kuota yang dialokasikan untuk honorer K2 pada penerimaan CPNS 2018. "Di Kota Cimahi kuota yang diajukan sebanyak 400 orang akan tetapi tidak disetujui oleh pemerintah pusat, kami perwakilan honorer K-2 sangat kecewa. Dari tahun 2014 kami melakukan upaya pendekatan secara persuasif hingga demo ke Presiden, DPR RI, Menpan RB tetapi belum berdampak positif," ujarnya.

Belum lagi aturan yang dibuat terasa memberatkan. "Yang diberi kesempatan usia maksimal 35 tahun, sedangkan ada dari kami malah usianya mendekati usia pensiun. Untuk tenaga pendidik harus sudah menempuh S-1 sebelum pelaksanaan Test CPNS Kategori 2, tgl 03 November 2013. Tidak semua memenuhi syarat tersebut," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya masih berharap ada kebijakan lain. "Itu aturan yang dibuat oleh manusia. Semestinya bisa ada kebijakan lain yang lebih meringankan bagi kami," ucapnya.

Para honorer K2 tetap menuntut revisi Undang-undang ASN agar bisa memberi kepastian status pada honorer K2 yang terdata. Saat ini jumlah honorer K2 Kota Cimahi yang terverifikasi ada 136 orang.

"Sampai sekarang revisi UU ASN belum dikerjakan. Kalau revisi UU ASN itu selesai, kami para honorer K2 bisa diangkat menjadi ASN. Data kami sudah masuk di BKD kota kabupaten, provinsi, dan KemenpanRB," tegasnya.

Bila Pemerintah Kota Cimahi berpihak kepada honorer K2, lanjut Eko, bisa saja dilakukan pengangkatan menjadi CPNS Daerah. "Kami rasa, Pemerintah Kota Cimahi bisa memberikan solusi terbaik. Misal diangkat dengan SK Walikota sebagai CPNS daerah," tuturnya.***

Baca Juga

Bawaslu Cimahi Temukan 1.098 Pemilih Ganda

CIMAHI, (PR).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi menemukan 1.098 pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Data tersebut harus segera diverifikasi ulang agar bisa direduksi pada DPT.