Lebih Menguntungkan, Petani Sayuran Lembang Ganti Tanam Lemon

Lemon/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
SEORANG petani memanen lemon di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 September 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Sejumlah petani di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, memilih untuk mengganti tanaman sayuran dengan jeruk lemon. Di samping lebih mudah mengurusnya, budidaya jeruk lemon dianggap lebih potensial dan menguntungkan.

Seorang petani asal Desa Wangunharja, Arifin menuturkan, sejak tiga tahun lalu dia mulai menanam pohon lemon di lahan pertanian seluas sekitar dua hektare miliknya. Dengan harga bibit satu pohon Rp 20.000, terdapat sekitar 1.500 pohon lemon yang kini bisa dia panen setiap hari.

"Dulu sayur, diganti lemon karena perawatannya lebih mudah. Kalau menanam sayur itu kan harus bongkar pasang. Maksudnya, ketika sudah dipanen harus menanam lagi. Sementara lemon itu sekali menanam pohon bisa sampai lebih dari 10 tahun dipanen," katanya, Selasa 11 September 2018.

Dengan masa tanam di Lembang sekitar 10 bulan, menurut dia, pohon lemon bisa langsung dipanen. Dari 1.500 pohon tersebut, dia mengaku dapat memanen lemon hingga sebanyak satu ton setiap harinya. Ada empat jenis lemon yang ditanam, dia menyebut di antaranya ialah lemon california, lemon jus, dan nipis jumbo. 

Arifin enggan menyebut omzet yang diperoleh, tetapi mengaku bahwa lemon dengan kualitas yang bagus dijual Rp 15.000-17.000 per kilogram, sedangkan lemon lainnya dijual Rp 10.000-12.000 per kilogram. "Omzetnya lumayan lah. Saya bisa panen setiap hari. Beda dengan sayuran, misalnya, kalau kemarau ya berhenti," katanya. 

Harga stabil

Dia menuturkan, harga jual lemon juga relatif stabil dan tidak pengaruh oleh faktor cuaca. Melalui suplier, lemon yang dia produksi dijual ke Jakarta, Malang, sampai Bali. "Paling kalau ada banyak impor lemon, baru harga jual lemon ikut terpengaruh," ujar pria yang biasa dipanggil haji tersebut.

Lantaran dianggap menguntungkan, Arifin kemudian menambah lahan budidaya lemon seluas sekutar tiga hektare. Saat ini, di lahan itu dia belum mulai memanen karena baru ditanami pohon. Dengan permintaan pasar yang cukup banyak, ke depan dia pun berencana menambah lagi lahan untuk lemon.

"Banyak keuntungannya. Saya berencana menambah lagi, tapi masih mau menanam sayuran. Biaya perawatan buat lemon juga enggak banyak, beda dengan sayuran. Buat obat-obatan sebulan dua kali, pemupukan enam bulan sekali. Buat obat, untuk dua hektare paling habis sekitar Rp 1 juta. Jadi, sebulan itu sekitar Rp 2 juta," katanya.

Seorang suplier lemon, Heru Suharsono mengatakan, saat ini pasar lemon sedang bagus. Akan tetapi, di sekitar Lembang belum banyak petani yang membudidayakan lemon. Meski begitu, jumlah petani lemon di Lembang perlahan-lahan mengalami penambahan.

"Sekarang ini prospeknya bagus. Soalnya, untuk pasar itu saya ditarget memasok dua ton lemon per minggu. Padahal, yang diminta itu sebetulnya lima ton, tapi ya karena petaninya masih sedikit, ya seadanya saja. Lemon dari Lembang ini sudah masuk ke pasar modern sampai restoran. Cuma untuk kondisi di pasar lokal harganya masih minim," katanya.***

Baca Juga

Karyawan Bank Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Lembang

NGAMPRAH, (PR).- Kematian janda bernama Ela Nurhayati (42) menggemparkan warga di sekitar Kampung Pangragajian, RT 3, RW 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 September 2018 siang.