Karyawan Bank Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Lembang

Olah TKP penemuan jenazah/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
WARGA berkerumun menyaksikan olah TKP penemuan jenazah bersimbah darah di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 September 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Kematian janda bernama Ela Nurhayati (42) menggemparkan warga di sekitar Kampung Pangragajian, RT 3, RW 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 September 2018 siang. Korban yang biasa dipanggil Yayang ditemukan tewas tergeletak bersimbah darah.

Warga sudah berkerumun di sekitar rumah korban sebelum petugas polisi mendatangi tempat kejadian perkara. Rumah korban yang berada di ujung gang membuat kerumunan warga terlihat ramai. Hingga polisi menyelesaikan proses olah TKP, ratusan warga terus menonton proses tersebut.

Kepala Polsek Lembang Kompol Dedi Hermayadi menuturkan, kepolisian menerima laporan penemuan korban tewas sekira pukul 12.00. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan guna mencari penyebab kematian korban. Dedi Hermayadi belum bisa menyimpulkan apakah korban tewas karena pembunuhan atau bukan.

"Yang jelas, dari hasil olah TKP memang ada bekas-bekas luka tapi masih dalam penyelidikan. Kami dari Polsek Lembang dan Polres Cimahi akan mengambil keterangan, baik saksi yang pertama kali menemukan maupun saksi-saksi lainnya," kata Dedi Hermayadi seusai olah TKP.

Dari hasil olah TKP, kata dia, tidak ditemukan barang yang hilang di rumah korban. Di sekitar jenazah terdapat benda tajam. Dedi Hermayadi mengatakan, korban merupakan karyawan badan usaha milik negara yang bergerak di sektor perbankan.

Kondisi rumah tangga

Korban tinggal seorang diri karena sudah lama bercerai dengan suaminya. Namun, anaknya kerap ke berkunjung setiap hari libur.

"Pada saat kejadian, anak ada di rumah korban. Ada saksi, tetangga korban atas nama Deni, yang pertama kali menemukan (mengatakan) memang ada anaknya pada saat kejadian," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Satreskrim Polses Cimahi AKP Niko N Adi Putra menuturkan, sementara ini kepolisian telah meminta keterangan dari sekira lima saksi.

Pada tubuh korban, menurut dia, terdapat luka di bagian tangan kiri, pundak kiri, pelipis mata kiri, dan dada kanan. "Semuanya ada 23 tusukan," ujarnya.

Sementara itu, sepupu korban, Nendi (53) mengatakan, di lingkungan keluarga, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Korban bekerja di bank di kawasan Bandung setelah sempat ditugaskan di Lembang.

Korban merupakan anak ketiga dari lima bersaudara yang pindah ke Kampung Pangragajian sekitar dua tahun terakhir.

Anak korban diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus yang berusia belasan tahun. "Dengan suaminya itu, (korban) sudah berpisah sekira 10 tahun. Anaknya SMP, biasa bersama suaminya. Kalau hari libur, anaknya suka ke sini," ucapnya.***

Baca Juga

Tarik Wisatawan, Bandung Barat Andalkan Hutan Kota

NGAMPRAH, (PR).- Lima organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk membenahi hutan kota di kawasan Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat di Mekarsari, Ngamprah.