Vaksin MR Sifatnya Mubah

Vaksin Measles Rubella (MR)/ANTARA

SOREANG, (PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa MUI telah mengumumkan vaksin measles dan rubella (MR) yang selama ini digunakan adalah mubah. Artinya, vaksin tersebut dapat digunakan sementara dalam keadaan darurat dan belum ada penggantinya.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi di Soreang, Minggu 9 September 2018. Untuk itu, pihaknya mendorong Kementerian Kesehatan RI segera menyosialisasikan tentang alasan penggunaan vaksin MR ini sesuai fatwa MUI Nomor 33/2018. Langkah tersebut dilakukan sebab dikhawatirkan di daerah masyarakat masih ada yang mempertanyakan penggunaan vaksin MR.

“Vaksin MR ini kemarin kita sudah panggil juga dan sebelumnya waktu itu kita sudah koordinasikan Kementerian Kesehatan untuk berkomunikasi dengan MUI agar mendapatkan fatwa. Fatwa MUI tentang vaksin MR ini sudah keluar dan hasilnya adalah mubah,” kata dia.

Masih dikatakan Dede, dalam proses membuat vaksin tersebut terdapat zat yang tidak halal. Namun, karena tidak ada produk lain dan berbahaya jika anak tidak di vaksin sehingga vaksin MR diperbolehkan sementara. 

“Menkes harus menyosialisasikan hal tersebut sampai ke tingkat kecamatan. Kalau pusat saja (yang tahu) dan daerah tidak hafal maka bisa salah pengucapannya. MUI kecamatan harus dilibatkan. Termasuk saya juga menyosialisasikan hal tersebut,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan Dede Yusuf, pemerintah tidak boleh memaksa masyarakat yang tidak menginginkan anaknya diberikan vaksin MR dengan alasan keyakinan. Meskipun demikian, pemerintah harus menyosialisasikan tentang dampak dan bahaya jika anak tidak diberikan vaksin MR yang dapat mengancam jiwa anak jika terpapar penyakit measles (campak) dan rubella (campak Jerman). Kedua penyakit ini gejala awalnya serupa berupa muncul ruam merah namun berbeda jenis virus penyebarnya.

Darurat

Ia mengatakan, proses membuat vaksin relatif lama, meski begitu Kemenkes harus segera mendapatkan vaksin MR yang halal. “Segera cari vaksin halal. Vaksin MR mubah artinya bisa dilakukan dalam keadaan darurat, kalau tidak dilakukan (anak) bisa terkena MR dan berbahaya bagi jiwa anak,” ucapnya.

Untuk diketahui, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan Fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin Measles Rubella (MR). Menurut Komisi Fatwa MUI, vaksin MR mengandung unsur haram, tapi saat ini boleh digunakan karena adanya kondisi keterpaksaan atau darurat. Hal itu mengingat dampak yang ditimbulkan jika anak tidak diimunisasi MR. Meskipun demikian, jika nantinya sudah ditemukan vaksin yang benar-benar halal, penggunaan vaksin MR ini pun menjadi tidak berlaku.

Komisi Fatwa MUI merekomendasikan, pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan menyertifikasi halal produk vaksinnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga

Tradisi Nuras Cai, Merawat Mata Air untuk Kehidupan

ADAT istiadat atau tradisi, tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Meski pada zaman modern sekalipun, sebuah tradisi akan tetap dijaga dan dipelihara, terutama oleh masyarakat adat.