Jalan Layang Solusi Kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta Bandung

Flyover Antapani berdesain mural dan dibangun selama 6 bulan dengan biaya Rp 35 miliar.*/DUDI SUGANDI

BANDUNG, (PR).- Pengamat transportasi Institut Teknologi Bandung Sony Sulaksono Wibowo menilai, pembangunan jalan layang di beberapa persimpangan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung sudah mendesak. Pasalnya, mobilitas warga sering terhambat karena kemacetan.

"Jalan layang penting untuk mengurai kemacetan di perlintasan sebidang seperti di jalan Soekarno-Hatta. Efektif atau tidak, bergantung jumlah kendaraan  yang melintasnya tapi menurut saya, Bandung memang harus sudah menambah jalan layang," ujar Sony dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Sabtu 8 September 2018.

Ketika rencana pembangunan jalan layang disiapkan, dia mengatakan, pemerintah juga sebaiknya memberlakukan pengaturan jam kendaraan. Misalnya, mulai pukul 6.00-7.00 pengguna sepeda motor harus didahulukan.

"Karakteristik pengguna kendaraan perlu dianalisis. Kebanyakan yang melitasi jalan Soekarno-Hatta adalah sepeda motor, maka pada pagi hari pengguna sepeda motor harus didahulukan, lalu kendaraan roda empat," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Jabar itu.

Sementara untuk merealisasikan cetak biru pembangunan transportasi massal, pemerintah perlu melakukan penataan ulang tata ruang kota. Menurut Sony, hal itu perlu dilakukan agar sistem transportasi yang dibangun bisa berjalan sesuai harapan.

"Tata ruangnya harus ditata kembali. Kalau menurut saya, Kota Bandung tidak pas membangun underpass mengingat posisi Bandung ini berada di cekungan. Kalau mau membangun underpass, harus ditata terlebih dahulu, khawatirnya kalau langsung dibangun underpass nanti kebanjiran," ucapnya.

22 tahun lalu

Pada 1996, Kota Bandung direncanakan mempunyai lima jembatan layang. Jembatan-jembatan tersebut akan melingkar dan mengelilingi sebagian besar wilayah Kota Bandung.

Perencanaan kala itu menyebut bahwa Jembatan akan dibangun di sebelah utara di Jalan Suci dan di sebelah selatan berada di atas Jalan Soekarno-Hatta. Menurut Pemerintah Kodya Bandung kala itu, jembatan tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak.

"Proyek ini sudah disetujui oleh pusat dan tinggal menunggu realisasinya. Bahkan untuk beberapa jembatan layang harus sudah dirintis mulai sekarang," kata Kepala Bappeda Kodya Bandung Aam Hambali saat diwawancara Pikiran Rakyat pada Senin, 22 April 1996.

Dia menyatakan, jembatan layang yang dibangun itu meliputi Jalan Pasteur sampai Jalan Aria Jipang, Jalan Pasirkaliki sampai ke Jalan Kopo, lalu dari utara dari Jalan Suci ke Kiaracondong sampai Jalan Buahbatu (gerbang tol), Jalan Rumah Sakit (Gedebage) sampai tol, dan Jalan Kopo sampai dengan lingkar Cibiru.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Marak Kasus Tunanetra Pemain Keyboard Ditipu Pengguna Jasanya

BANDUNG, (PR).- Rizki Ramdani mengalami nasib yang tidak menyenangkan. Ia menjadi korban penipuan. Keterbatasan penglihatan Rizki dimanfaatkan pelaku kejahatan yang mencuri alat musik keyboard yang biasa dia gunakan ketika bekerja.