Daerah yang Terkena Pemadaman Listrik Makin Berkurang

Gelap/ADE MAMAD/PR
SEORANG anak membaca Al-Quran dengan menggunakan lilin sebagai penerang ruangan akibat pemadaman listrik di Desa Cibiru Hilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis 6 September 2018. Sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami pemadaman listrik secara bergantian Akibat dampak dari gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan di Sutet Paiton Probolinggo dan PLTU Pacitan, Jawa Timur.*

CIMAHI, (PR).- Sejumlah wilayah PLN area Cimahi masih akan mengalami pemadaman listrik bergilir menyusul gangguan transmisi sutet di Paiton Kediri yang mengakibatkan terputusnya pasokan listrik jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Namun jumlah wilayah yang terkenda dampak semakin berkurang seiring mulai pulihnya pasokan listrik dari sejumlah pembangkit yang sempat terkendala.

Asisten Manajer Jaringan PLN Area Cimahi Arrafat Alfarizi, mengatakan, wilayah yang akan mengalami pemadaman listrik pada Jumat 7 September 2018 siang yaitu daerah Selat Sawu, Lagadar, Nanjung, Margaasih, Cipatik, Cihampelas dan Saguling.

"Gangguan itu terjadi sejak hari Rabu dengan wilayah yang luas. Sekarang sudah mulai pulih dan berkurang wilayah yang terkena dampak meski masih ada hingga siang ini," ujarnya ditemui di Kantor PLN area Cimahi, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi.

Ia mengatakan, secara keseluruhan untuk distribusi di Jawa Barat dampak akibat gangguan tersebut mengalami penurunan daya sebesar 815 MW. Sementara untuk Kota Cimahi mengalami penurunan 30 hingga 60 MW pada beban puncak siang hari.

"Sedangkan saat malam hari,  penurunannya bisa lebih besar hingga 100 MW. Namun dari jaringan lebih tinggi saat ini sudah berangsur mulai pulih dan pasokan listrik terus bertambah," katanya. 

Daya listrik yang tidak terpakai menimbulkan kerugian. Namun untuk gangguan lokal pihaknya masih bisa melakukan antisipasi. "Hitungan kerugiannya per KWH yang dijual sesuai tarif per golongan belum kami hitung total," ucapnya. 

Segera tuntas

Atas hal tersebut, pihaknya berharap gangguan tersebut bisa segera tuntas agar distribusi pasokan listrik ke masyarakat bisa  kembali normal. "Karena tidak enak pelayanan terhadap pelanggan terganggu dan banyak pengaduan juga dari masyarakat. Mereka bertanya sampai kapan pemadamannya,, kita usahakan pulih secepat mungkin. Kalau pasokan dari pembangkit sudah mulai normal kami harapman nanti sore atau saat beban puncak malam tidak ada lagi pemadaman bergilir," kata Arrafat.

Untuk itu pihaknya selalu menginformasikan kepada pelanggan terkait pemadaman bergilir tersebut. Terutama pada pelanggan PLN yang harus diprioritaskan agar tidak terdampak pemadaman tersebut. "Skala prioritas, seperti kantor pemerintahan, rumah sakit, pelanggan premium. Itu kami prioritaskan tetap teraliri listrik. Tapi kalau memang harus terjadi pemadaman bergilir, waktunya kami atur pada malam hari karena tidak ada kegiatan atau pelayanan tidak seperti siang hari," tuturnya.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

DPRD Cimahi Minta Kuota PNS untuk Tenaga Pendidik Ditambah

CIMAHI, (PR).- Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi Edi Kanedi meminta Pemerintah Kota Cimahi segera melaporkan dan meminta kepada Menpan RB untuk menambah kuota Pegawai Negeri Sipil (PNS) terutama untuk tena