100 Ribu Jiwa Alami Krisis Air, Bandung Barat Tetapkan Darurat Kekeringan

Ilustrasi/DEDEN IMAN/PR

 

NGAMPRAH, (PR).- Krisis air di Kabupaten Bandung Barat dialami oleh lebih dari 100.000 jiwa. Dengan asumsi kebutuhan air bersih bagi satu orang sebanyak 20 liter per hari, maka diperlukan sekitar dua juta liter air setiap hari. Kebutuhan air itu belum termasuk untuk mengairi lahan pertanian yang kekeringan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo mengatakan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengenai Indeks Resiko Bencana Indonesia, Bandung Barat termasuk dalam indeks resiko tinggi terjadi kekeringan.

"Terkait dengan musim saat ini yang terjadi kekeringan, walaupun beberapa kali sudah terjadi hujan, pemerintah daerah dalam hal ini Pak Bupati sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan dari 5 Agustus sampai akhir September 2018," kata Duddy di Lembang, Jumat 7 September 2018.

Dari laporan di lapangan, dia menyatakan, kekeringan terjadi di tujuh kecamatan di Bandung Barat, yaitu Cipeundeuy, Parongpong, Cipongkor, Cikalongwetan, Gununghalu, Cipatat, dan Batujajar. Total 41 desa dari tujuh kecamatan tersebut mengalami kesulitan air bersih, dengan jumlah warga terdampak lebih dari 100.000 jiwa. 

"Dari tujuh kecamatan itu, dua kecamatan meminta dropping air bersih. Kami sudah fasilitasi, kami sudah koordinasikan dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, melalui UPTD Pertamanan. Itu sudah dilakukan dropping air bersih ke dua kecamatan," katanya.

Meski begitu, Duddy mengaku belum tahu berap banyak air bersih yang dipasok bagi warga di dua kecamatan tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dicky Maulana menyebutkan, dua kecamatan yang dimaksud ialah Batujajar dan Cipatat. Meski begitu, dia pun tak tahu berapa banyak air bersih yang disalurkan. 

"Kalau totalnya, kami memang belum dapat laporan yang pasti, cuma memang di wilayah Batujajar dan Cipatat itu pernah dikirim (air). Kemudian hasil rapat koordinasi waktu itu, bahwa UPTD Pertamanan siap untuk drop (air). Kami (BPBD) sifatnya koordinator, makanya kami koordinasikan ke UPTD Pertamanan," katanya. 

Kondisi terparah

Berdasarkan data BPBD, dari tujuh kecamatan yang terjadi krisis air bersih, kondisi terparah dialami warga Cikalongwetan. Sebanyak 73.996 jiwa dari 14 desa di Cikalongwetan dilaporkan kesulitan air bersih. Dengan asumsi kebutuhan air bersih untuk satu jiwa ialah 20 liter per hari, BPBD memperkirakan diperlukan sekitar dua juta liter air setiap hari. 

Di samping untuk kebutuhan air bersih warga, BPBD juga mencatat ada empat kecamaan yang mengalami kekeringan pada lahan pertanian. Empat kecamatan itu ialah Cipeundeuy, Parongpong, Cipongkor, Cipatat. Di empat kecamatan itu, kekeringan lahan pertanian meliputi 36 desa, dengan luas lahan terdampak 1.275 hektare. 

Terpisah, Kepala Desa Gunungmasigit (Kecamatan Cipatat) Tarkopa menyatakan, dampak kekeringan dialami oleh sekitar 1.700 kepala keluarga yang tersebar di delapan RW. Sudah lebih dari tiga bulan ini warga kesulitan air bersih, karena sumur yang biasa dimanfaatkan warga untuk keperluan memasak hingga air minum mengalami kekeringan.

"Untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa harus membeli air bersih. Warga membeli air bersih dengan harga Rp 150.000 per 250 liter, dari depot air yang ada di Cipatat. Kalau dipakai setiap hari, air sebanyak itu paling hanya cukup dipakai oleh satu keluarga untuk tiga hari," katanya.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Habis World Cleanup Day, Terbitlah Tumpukan Sampah

NGAMPRAH, (PR).- Antusiasme warga dalam mengikuti gotong royong membersihkan sampah pada peringatan World Cleanup Day, Sabtu, 15 September 2018, tidak mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Pria di Bandung Barat Tewas Gantung Diri di Pohon Petai

NGAMPRAH, (PR).-Seorang pria yang belakangan diketahui bernama Asep Yusup (48) ditemukan tewas tergantung pada tali plastik di pohon petai setinggi sekitar delapan meter di Kampung Cihamirung, RT 3 RW 4, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampela