Ogah Kekeringan, Petani Cimahi Hentikan Aktivitas Tanam

Ilustrasi/ARIF HIDAYAH/PR
Kekeringan.*

CIMAHI, (PR).- Kemarau panjang dipastikan tidak akan mempengaruhi produksi tanaman pangan di Kota Cimahi.  Saat masuk musim kemarau sebagian besar lahan pertanian di Kota Cimahi sudah masuk musim panen, sebagian petani juga memilih tidak menanam sehingga tak mengalami kekeringan.

"Sejauh ini tidak ada laporan kekeringan lahan pertanian. Pada saat masuk musim kemarau petani sebagian besar sudah masuk musim panen," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Mita Mustikasari, Rabu 29 Agustus 2018.

Untuk wilayah RW 16, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara yang biasa terjadi kekeringan, saat ini tidak ditanami termasuk dengan tanaman padi. "Tahun lalu wilayah ini mengalami kekeringan. Alhamdulillah saat ini tidak ada karena tidak ditanami padi, petani lebih baik  melakukan antisipasi," katanya. 

Dia mengaku sebelumnya sudah menghimbau petani untuk tidak memaksakan menanam padi menjelang musim kemarau. Hal ini untuk menghindari resiko gagal panen. "Sejak awal sudah antisipasi dan wanti-wanti melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPl), jangan memaksakan menanam padi yang tidak mungkin terairi saat tidak ada hujan, pasti petani sudah tahu dan paham," imbuhnya.

Sementara untuk lahan sawah yang masih ditanami padi dilakukan sistem pengairan secara bergiliran atau irigasi oleh kelompok tani. "Lahan sawah yang masih ditanami padi ada 70 hektare, terdiri dari 30 hektare yang standing crop (tanaman tegakan) kira-kira sebulan lagi panen. Sisanya baru tanam 2 minggu. Lokasinya di Cibabat, Utama, Citeureup, Padasuka," terang Mita.

Terkait poduksi padi di Kota Cimahi tahun ini, Mita mengaku ditargetkan naik dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2017 produksi padi mencapai 6,2 ton, tahun ini ditagetkan sebanyak  6,5 ton. 
"Tahun ini targetnya 6,5 ton, sebelumnya 6,2 ton, dan tahun 2016 mencapai 6 ton. Alhamdulillah setiap tahun produksi padi di Cimahi terus meningkat. Kita akan terus tingkatkan produktivitas padi dengan berbagai upaya," ungkapnya.

Tingkatkan produksi padi

Berbagai upaya dilakukan  untuk meningkatkan produksi padi di wilayahnya. Diantaranya penggunaan varietas unggul baru (VUB), penerapan teknologi sistem budidaya padi jajar legowo, pemupukan yang berimbang, serta penanggulangan hama dan penyakit tanaman.

Pihaknya juga terus meningkatkan kemampuan para perani dengan mengikutkannya dalam pelatihan budidaya padi untuk meningkatkan produktivitas padi.  Diakui Mita, meski produksi padi di Kota Cimahi terus mengalami peningkatan, namun belum mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya yang kurang lebih mencapai 3.700 ton per bulan.

Belum terpenuhinya kebutuhan pangan ini karena luas lahan pertanian di Cimahi terbatas, yakni hanya 137 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, pihaknya mengandalkan ketersediaan beras yang ada di pasar yang dipasok dari luar Kota Cimahi.

"Biasanya beras yang masuk ke pasar tradisional cimahi dipasok dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Banjar dan Tasikmalaya," tuturnya.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

Ratusan Guru SMP Kota Cimahi Mendadak Dites Urine

CIMAHI, (PR).- Ratusan guru SMP di Kota Cimahi menjalani tes urine dadakan, Senin 17 September 2018. Tes urine dilakukan untuk mendeteksi penggunaan narkoba di kalangan tenaga pendidik di Kota Cimahi.