Destinasi Digital Jadi Daya Tarik Pariwisata

ISTIMEWA/Menpar tanam pohon
SEUSAI meresmikan Orchid Forest Cikole, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan penanaman pohon pinus di kawasan wisata tersebut.*

NGAMPRAH, (PR).- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meresmikan Orchid Forest Cikole, Lembang, Bandung, Jawa Barat (Jabar) yang mengembangkan diri sebagai destinasi digital dan nomadic tourism pada hari Jumat 23 Agustus 2018. Kawasan hutan pinus seluas 12 hektare ini dikembangkan sebagai obyek wisata edukasi (edu-tourism) dengan pembudiyaan anggrek (Orchid House) sebagai brand Orchid Forest Cikole.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi upaya Orchid Forest Cikole dalam mengembangkan destinasi digital dan nomadic tourism yang merupakan program strategis Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mencapai target kunjungan kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini.

Arief Yahya mengatakan hadirnya pelaku usaha (industri) untuk mengembangkan pariwisata merupakan hal penting karena tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. “Melalui kerja sama yang baik akan tercipta sebuah harmonisasi sekaligus mempercepat pembangunan pariwisata di Indonesia. Apalagi kini pariwisata telah ditetapkan menjadi core economy bangsa,” kata Arief.

Menpar Yahya menjelaskan destinasi digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now). “Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang 'berbagi' di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini. Kalau menurut bahasa anak muda adalah destinasi yang instagramable,” kata Menpar Arief Yahya didampingi Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dan Maulana “Barry” Akbar, CEO Orchid Forest Cikole.

Sebelumnya Orchid Forest Cikole Lembang Bandung ini telah melakukan nota kesempahaman (MoU) dalam Co-branding Wonderful Indonesia dengan Kemenpar pada 08 Agustus 2018, kemudian dilanjutkan dengan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung pada 10 Agustus 2018 untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan destinasi digital dan nomadic tourism.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mengatakan kerja sama Kemenpar melalui brand Wonderful Indonesia dengan co-branding partner merupakan sinergi simbiosis mutualisme yang akan memberi manfaat pada kedua belah pihak. “Brand Wonderful Indonesia (WI) memiliki posisi tawar tinggi di dunia, dengan melakukan co-branding kita melakukan efisiensi anggaran, co-creation, dan meningkatkan exposure masing-masing brand,” kata Ukus Kuswara.

Maulana “Barry” Akbar mengatakan, untuk mengembangkan Orchid Forest Cikole sebagai destinasi digital pihaknya akan terus melengkapi teknologi digital terkini. “Ke depan kami akan memasang sensor gerak dan suara sehingga ketika pengunjung berjalan-jalan keliling taman pada malam hari, lampu taman akan menyala sendiri di sekitar pergerakan orang,” kata Barry.

Orchid Forest Cikole menampilkan atraksi pada malam hari dengan taburan cahaya lampu. Cahaya warna-warni menyorot ke arah batang-batang pinus yang usianya sudah ratusan tahun. Ada pula Garden of Light, instalasi taman lampu yang interaktif mirip bunga yang berganti-ganti warna. Permainan lighting di malam hari ini sangat romatis dan pemenarik perhatian wisatawan millennials. Apa lagi banyak lokasi menjadi tempat selfie menarik. Misalnya, Wood Bridge atau jembatan gantung sepanjang 150 meter yang menyala di malam hari. Di jembatan yang bisa bergoyang-goyang dari pohon ke pohon ini menjadi salah satu lokasi favourit untuk acara pengambilan foto pre-wedding.

Taman neon juga cukup menyedot perhatian pengunjung. Neon bulat-bulat yang disusun vertikal yang menjadi penghias suasana malam. “Ada teras paphio, lapangan multifungsi, ada amphitheater dengan tempat duduk dari kayu untuk menyaksikan atraksi,” kata Barry.

Sejak beroperasi tahun 2017 pengunjung ke Orchid Forest terus meningkat rata-rata 1.000 orang per-hari, bahkan saat libur Idulfitri mencapai 10.000 wisatawan per-hari. Pada hari-hari tertentu ketika ada pertunjukan hiburan di malam hari, pihak pengelola melengkapi dengan fasilitas tenda (camp) yang menjadi bagian dari amenitas dalam nomadic tourism. Glamour Camp (Glamping) menjadi salah satu fasilitas amenitas yang banyak digemari wisatawan millennials.***

Baca Juga

Indonesia Menari Sediakan Hadiah Rp 300 Juta

BANDUNG, (PR).- Sukses menggelar Indonesia Menari 2017 secara serempak di Jakarta, Bandung, dan Solo, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Indonesia Menari 2018 yang bertujuan mendekatkan masyarakat Indonesia dengan tarian t

Pemprov Jabar Didesak Lakukan Pemekaran Sejumlah Desa

BANDUNG, (PR).- Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD) mengimbau kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk segera melakukan pemekaran wilayah salah satunya menambah jumlah desa agar mampu memaksimalkan penyerapan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat.

Keisha Juara Mewarnai Honda Fun Day

BANDUNG, (PR).- Keisha Aurelie G dinyatakan sebagai pemenang pertama lomba mewarnai Honda Fun Day yang digelar di Honda Abadi Cibiru, Bandung, Sabtu 13 Oktober 2018. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Zaski Nurzahra dan Khanza Deshinta.

Dadang Supriatna Jadi Plh Wali Kota Bandung

BANDUNG, (PR).- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menyerahkan formulir berita pengangkatan Penjabat Sekda Kota Bandung Dadang Supriatna menjadi Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung,  di Ruang Rapat Manglayang Ge

Habis World Cleanup Day, Terbitlah Tumpukan Sampah

NGAMPRAH, (PR).- Antusiasme warga dalam mengikuti gotong royong membersihkan sampah pada peringatan World Cleanup Day, Sabtu, 15 September 2018, tidak mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.