LRT Metro Kapsul Bandung Kantongi Izin Legal Opinion Kejaksaan Agung

Metro Kapsul Kota Bandung/ADE BAYU INDRA/PR
WALI Kota Bandung Ridwan Kamil dan Direktur Pengembangan Bisnis PT PP (Persero) Lukman Hidayat (kiri), melakukan prosesi pencanangan proyek Metro kapsul Bandung di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin 12 Februari 2018.*

BANDUNG, (PR).- Perkembangan transportasi massal berbasis kereta ringan (Light Rail Transit/ LRT), Metro Kapsul Bandung sudah mencapai persetujuan perizinan legal opinion dari Kejaksaan Agung. Sebelumnya, trase kereta ringan tahap awal ini sudah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan.  

“Sekarang lagi percepatan untuk persetujuannya. Kalau dari Kejagung sudah keluar legal opinion, mengenai apa yang harus dilakukan, tahapan-tahapan lanjutan yang harus dilakukan, khususnya di kerja sama antara PT PP dengan PD Pasar, biar ada koridor hokum,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi, belum lama ini.

Ia menjelaskan, dari segi kontennya legal opinion itu diperlukan sebagai panduan kerja sama antara PD Pasar Bermartabat Kota Bandung dengan PT PP. Seperti diketahui, pembiayaan investasi kereta ringan ini 100% dari PT PP (Persero) Tbk., sementara Pemerintah Kota Bandung menyediakan lahan melalui aset PD Pasar Kota Bandung.

Melalui Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) antara PD Pasar dengan PT PP, trase koridor III ini akan terhubung melalui titik pasar yang dilalui Metro Kapsul Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menambahkan, saat ini surat mengenai persetujuan kerja sama itu sudah sampai ke DPRD Kota Bandung.

Sebelumnya, ia menargetkan peletakan batu pertama konstruksi kereta ringan itu akan dilakukan September mendatang.

Ridwan juga telah mendapat kepastian bantuan pembangunan kereta ringan yang didapat dari hasil ringkasan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan itu, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal itu diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) yang menyatakan Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan terbit.

“PSN ini Perpresnya akan dirilis Oktober atau Desember. Sehingga LRT Bandung Raya di masa depan danaya 2/3 dari APBN, 1/3 daerah,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi selama ini, dukungan dana dari pemerintah pusat dinilai sangat berarti. Pemerintah daerah belum mampu membiayai pembangunan berbiaya tinggi. Padahal dari hasil perhitungan, Metro Kapsul dipilih karena paling murah dibandingkan LRT yang telah dibangun di Jakarta dan Palembang.

“Saya bersyukur berarti Perpres itu duit dari pemerintah bisa saya tagih. (Selama ini) Kendalanya mah duit, kalau lahan mah selalu tidak ada masalah. LRT Palembang saja sekilo hampir Rp 500 miliar, 10 km sudah Rp 5 triliun, enggak mungkin APBD tingkat dua (pemerintah kota) sanggup,” tuturnya.

Koneksi antarkota

Menurut gubernur Jawa Barat terpilih itu, keberadaan Perpres tersebut akan menjadi landasan dirinya untuk mengembangkan LRT Bandung Raya, termasuk menjadi penghubung dari Stasiun Kereta Api Cepat di Gedebage, menuju pusat kota dan wilayah strategis lainnya.

Saat Perpres terbit dirinya sudah resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Maka, tanggung jawabnya tidak hanya menyelesaikan Metro Kapsul Bandung, namun juga LRT kawasan Bandung Raya.

Jika rintisan metro kapsul sudah berjalan di Kota Bandung, Ridwan akan mempercepat realisasi koneksi antarkota dan kabupaten di Bandung Raya. Konekivitas antarwilayah dirasa penting mengingat mobilitas penduduk di Bandung Raya semakin membutuhkan kecepatan.

“Maka LRT yang jadi tanggung jawab saya bukan hanya LRT Bandung (Metro Kapsul), tapi Bandung Raya. Saya sebagai gubernur memikirkan LRT yang nyabang ke Soreang, Jatinangor, Majalaya dan sebagainya,” katanya.***

You voted 'marah'.

Baca Juga

Rencana Ridwan Kamil untuk Wujudkan Citarum Harum

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menyebut, Pemprov Jabar akan segera menyelesaikan upaya normalisasi Sungai Citarum seiring terbitnya Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemara