Gunung Bohong Kebakaran, Api Membesar dan Mendekati Rumah Warga

Gunung Bohong kebakaran/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
WARGA memperhatikan kebakaran Gunung Bohong dari pemukiman di RT 4 RW 8, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 8 Agustus 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Gunung Bohong kebakaran pada Rabu 8 Agustus 2018 sore. Api dari atas gunung yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi terpantau masih berkobar hingga pukul 20.30 WIB.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Bandung Barat dan Pemkot Cimahi terpandau masih berupaya memadamkan api. 

Titik awal kebakaran di Gunung Bohong sebetulnya berada di sekitar Kampung Tipar, Desa Gadobangkong. Demikian kata saksi mata Gunung Bohong kebakaran, Jesica Arlen (26), juga merupakan warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi kebakaran.  Dia menuturkan, Api kemudian merembet ke dekat rumahnya di sekitar Pondok Dustira. 

"Saya juga tahu dari warga yang menelefon, menanyakan bagaimana kabar kami sekeluarga. Memang yang paling ditakutkan itu rumah ini, karena ini yang paling dekat," kata Jesica di rumahnya, Jalan Antareja, RT 4 RW 8, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.

Sewaktu pertama kali melihat apinya, sekitar pukul 17.00, dia mengaku, kebakaran yang terjadi tidak begitu besar. Akan tetapi, dia bersama ibunya terus-terusan memantau kebakaran Gunung Bohong, karena khawatir api mendekati benteng pembatas rumah. Apalagi, ketika mobil blambir tetdengar mendekat ke rumahnya. 

"Dulu Gunung Bohong juga pernah kebakaran, tahun 2015. Jadi sudah beberapa kali ada kejadian kebakaran seperti ini, tapi enggak sebesar ini. Dulu juga apinya cukup besar, walaupun lebih besar kebakaran yang sekarang. Dulu apinya merambat ke dekat tembok, tapi semakin mengecil," katanya.

 

Diduga karena puntung rokok

Dia menduga, Gunung Bohong kebakaran akibat sisa puntung rokok. Pasalnya, pohon bambu yang terdapat di sebagian besar wilayah Gunung Bohong cukup tebal dan rindang. Kebakaran di Gunung Bohong, kata dia, juga terjadi setiap kali musim kemarau panjang.

"Enggak mungkin kalau cuma dari pembiasan matahari, karena pohon bambunya itu rindang dam tebal. Namun, kebakaran di sini memang terjadi setiap kemarau panjang, walaupun enggak setiap tahun. Makanya, kami sudah tidak aneh dengan kebakaran ini," ucapnya.

Ibunya, Agustina Usman (64) menuturkan, dia pertama kali mendengar ada kebakaran sekitar pukul 16.00. "Awalnya kayak ada suara letupan-letupan. Saya pikir tentara, biasa latihan tembak. Setelah jam 17.00, saya lihat ada tiga blambir. Oh, ternyata ada kebakaran," katanya.

Proses pemadaman kebakaran di Gunung Bohong, kata dia, biasa memakan waktu yang lama kendati tidak sampai berhari-hari. "Yang memadamkan ya dari petugas, dibantu dengan warga sekitar," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, kebakaran di Gunung Bohong menimbulkan kerumunan warga yang menonton. Terdapat empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Bandung Barat dan Pemkot Cimahi, termasuk satu mobil komando. 

Dari tayangan kamera pada drone yang dipakai untuk merekam kebakaran di Gunung Bohong, terlihat ada tiga titik api. Salah satu titik api yang paling besar terlihat di sekitar Pondok Dustira. Belum diketahui seberapa luas kebakaran yang terjadi di Gunung Bohong.***

Baca Juga