Kecewa Terhadap Hanura, Nurhasan Jadi Caleg PPP pada Pileg 2019

Ilustrasi/HARRY SURJANA/PR

CIMAHI, (PR).- Kecewa terhadap Hanura, Anggota DPRD Kota Cimahi, Nurhasan, memutuskan maju pencalegan pada Pemilu Legislatif 2019 (Pileg 2018) lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketika dikonfirmasi Jumat 27 Juli 2018, Nurhasan membenarkan hal tersebut. "Benar, saya pindah partai karena saya kecewa tidak dihargai oleh Hanura Cimahi," ujarnya. Menurut Nurhasan, Hanura tidak memberi kejelasan pencalegan dirinya pada Pileg 2019. "Merasa ada sesuatu, saya putuskan ikhtiar politik dan mendapat tempat di PPP," katanya.

Nurhasan membeberkan kronologis perpindahannya. "Pada sosialisasi pencalonana legislatif untuk Pileg 2019 yang dilakukan KPU Kota Cimahi ke kantor DPC P-Hanura Kota Cimahi 3 Juli 2018, saya sudah membawa persyaratan dokumen pendaftaran caleg. Kata panitia, nanti saja," tuturnya.

Nurhasan mengkonfirmasi ke Ketua DPC P-Hanura Kota Cimahi Suhadi, tidak ada jawaban memuaskan. Termasuk informasi dirinya digeser ke daerah pemilihan (Dapil) lain dan posisinya bakal digantikan mantan pejabat Pemkot Cimahi.

"Infonya, posisi saya bakal digantikan oleh mantan pejabat Pemkot Cimahi yang dinilai lebih bagus. Saya konfirmasi, ketua tidak bisa jelaskan. Manajemen partai harusnya menargetkan memperoleh suara sebanyak mungkin untuk kursi di DPRD Kota Cimahi. Kalau pimpinan pintar, menempatkan orang yang berpotensi meningkatkan suara.  Saya sudah petahana sebagai dewan 3 periode, mestinya tidak digeser," ucapnya.

Tidak merespon

Dirinya mencari peluang untuk maju jadi calon legislatif di Pileg 2019 lewat parpol lain. "Saya melihat di parpol lain, terutama tidak ingin beririsan dengan petahana dewan lain agar berpeluang menang. Di partai baru, ternyata saya dihargai dan ditempatkan di dapil lama dan nomor urut 1," katanya. Terkait masa kerja di DPRD Kota Cimahi, lanjut Nurhasan, pihaknya terbuka menerima konsekuensi. "Siap kalau harus pergantian antar waktu (PAW) asal sesuai aturan," ujarnya.

Jika proses pencalegan dianggap belum memenuhi syarat, lanjut Nurhasan, dirinya bakal segera menyelesaikan. "Soal berkas administrasi yang kurang akan diselesaikan ke KPU. Saya mengajukan surat mundur ke DPP Hanura langsung, kalau harus ada surat ke DPC Hanura Cimahi saya akan buat. Masih dalam proses surat keterangan proses pengunduran diri," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, jajaran pimpinan DPC-Hanura tidak memberikan respon. Termasuk saat didatangi ke kantor DPC Hanura Cimahi di Jalan Sisingamangaraja-Pojok Kota Cimahi juga tidak ada di tempat.

KPU mengakomodir

Ketua KPU Kota Cimahi Dadan Fadilah Rivai mengatakan, KPU mengakomodir dewan yang hendak mencalonkan diri menjadi calon legislatif di partai politik lain. "Secara prinsip, tidak ada masalah perpindahan partai anggota dewan namun ada ketentuan yang harus dipenuhi. Salah satunya harus mundur dari partai asal dan mundur dari anggota dewa ," ujarnya ditemui di kantor KPU Kota Cimahi Jalan Pesantren Kota Cimahi.

Menurut data pencalonan legislatif yang masuk di KPU Kota Cimahi, terdapat dua anggota DPRD Kota Cimahi yang maju dari parpol lain. "Ada Nurhasan dan Neng Cucu. Untuk Neng Cucu, persyaratan sudah clear. Sedangkan Nurhasan, masuk daftar Belum Memenuhi Syarat (BMS) karena ada syarat yang belum lengkap," katanya. 

Atas kekurangan persyaratan tersebut, KPU Kota Cimahi bakal konfirmasi ke partai pengusung. "Kami minta kepastian mundur dari parpol lama dengan dibuktikan surat resmi, serta konfirmasi ke parpol pengusung soal administrasinya. Batas waktu perbaikan administrasi bakal calon legislatif Pileg 2019 berlangsung hingga 31 Juli 2018," jelasnya.***

Baca Juga

PLN Cimahi Imbau Masyarakat Tak Pakai Lilin Saat Listrik Padam

CIMAHI, (PR).- Kebakaran hingga menelan korban jiwa ibu dan 2 orang di Gang Edeng Kampung Babut Tengah Kelurahan Cibabat Kota Cimahi Kamis 11 Oktober 2018 malam menyedot perhatian publik lantaran disebabkan oleh lilin.