Ibu dan Dua Anak Pencuri Tas di Cimahi Mal Terancam 7 Tahun Penjara

RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Jajaran Polsek Cimahi berhasil mengungkap aksi viral komplotan pelaku pencurian yang terekam kamera CCTV di Cimahi Mal. Terduga pencuri tas di Cimahi Mal yang merupakan satu keluarga ditangkap untuk dimintai keterangan.

Mereka yaitu Ayu Apriyanti (51), Noviyanti (26), Ima Nursanti (21). Ketiganya memiliki hubungan darah sebagai ibu dan anak. Dua orang anak kecil di bawah umur yang terekam kamera CCTV tidak dilibatkan dalam kasus tersebut.

Kapolsek Cimahi Kompol Indarto didampingi Kanit Reskrim Polsek Cimahi AKP Nana Supriatna mengatakan, akanmenindaklanjuti viralnya video pencuri tas di Cimahi Mal di dunia maya. 

"Adanya viral video terjadi pencurian di Cimahi Mal yang mengaku sebagai pengunjung dan mengambil tas di salah satu toko. Kami tindaklanjuti dan akhirnya berhasil mengungkap. Terduga pencuri merupakan satu keluarga yang melibatkan anak-anak," ujarnya.

Viralnya video tersebut di dunia maya karena pemilik toko mengunggahnya ke media sosial. "Pemilik toko lalu melapor. Berbekal bahan petunjuk yang dijadikan dasar melakukan tindakan kepolisian ditambah keterangan saksi. Kami bisa mengungkap kasus ini kurang dari 24 jam setelah laporan masuk," ucapnya.

Tim khusus dibentuk melakukan penyelidikan untuk memastikan kejadian tersebut. "Dari berbagai informasi, mengerucut pada identitas pelaku yang merupakan warga Cibodas Kelurahan Utama Kec. Cimahi Selatan. Saat kami datangi, ditemukan orang yang diduga terduga pelaku sehingga kami bawa untuk mendapat informasi yang lebih dalam. Pelaku mengakui bahwa gambar di video merupakan mereka," katanya.

Apa motif pencuri tas di Cimahi Mal?

Terduga mengatakan hanya ingin memiliki tas yang diambilnya. "Pengakuan, dari rumah tidak ada niatan melakukan pencurian. Niatnya jalan-jalan, lalu di toko itu memilih sambil mengambil tas namun kejadian terekam cctv," ucapnya.

Soal kemungkinan terduga melakukan aksinya di tempat lain, lanjut Indarto, pihaknya masih mendalami kemungkinan hal tersebut. "Pengakuannya baru sekali," kata dia.

Terkait barang bukti dua buah tas hasil curian, kepolisian masih melakukan pencarian karena sudah dibuang. "Barang bukti ada tapi sudah dibuang. Kita sedang cari. Pelaku tahu aksinya viral di media massa dan dunia maya, lalu merasa takut dan barang dibuang," katanya.

Akibat perbuatannya, para terduga dapat dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman bisa mencapai 7 tahun penjara.

Kejadian berlangsung pada Sabtu 8 Juli 2018 sekitar pukul 18.00 WIB. Terekam gambar seorang perempuan paruh baya berbaju merah, dua orang perempuan dewasa berbaju biru dan pink muda, serta anak perempuan berbaju pink dan anak laki-laki berbaju abu-abu.

Setiap pelaku pencurian tas di Cimahi Mal memiliki peran yang berbeda-beda. Dua orang anak kecil masuk paling dulu untuk memecah konsentrasi, seorang perempuan dewasa masuk hanya untuk ikut berkaca dan membetulkan hijab, diduga dia juga sambil memantau situasi.

Penjaga toko dibuat sibuk oleh dua orang yang saling bergantian menanyakan model hingga harga tas. Disaat satu pelaku menanyakan jenis tas, pelaku paruh baya mengambil tas selempang, memutar badan, dan menutupinya dengan tas bawaan yang dipegangnya.

Penjaga toko lalu diminta mengambil tas model lain. Kali ini giliran pelaku berbaju biru mengambil tas selempang lain, bergegas mengoper ke pelaku berbaju pink.

Dua pelaku yang memegang tas  keluar lebih dulu dari toko, tersisa pelaku dewasa beserta dua orang anak yang masih berusaha menyibukkan penjaga toko hingga mereka pun berangsur keluar. Saat kondisi toko sudah mulai sepi, penjaga toko baru sadar ada dua tas yang hilang dari rak.***

Baca Juga

SEORANG gelandangan tertidur pulas di trotoar, Jalan Lengkong Kecil, Kota Bandung, Minggu (17/5/2015).

Penanganan Gelandangan Tak Cukup dengan Penertiban

CIMAHI, (PR).- Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) dianggap mengganggu ketertiban umum di Kota Cimahi. Upaya penanganan dengan penertiban perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan agar mereka tidak kembali ke jalanan.

Pemkot Cimahi, 14 Pejabat Siap-Siap untuk Rotasi

CIMAHI, (PR).- Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan rotasi 14 pejabat eselon II atau Jabatan Tinggi Pratama (JTP). Rotasi melibatkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

Jurnalis Cimahi Kumpulkan Donasi Bencana Sulawesi

CIMAHI, (PR).- Jurnalis peliputan Kota Cimahi menggelar aksi solidaritas kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu-Sigi-Donggala Sulawesi Tengah, Selasa 2 Oktober 2018.