Titik Ikon Citarum Mulai Ditanami Flamboyan

BANDUNG, (PR),- Sejumlah titik yang menjadi ikon di sepanjang aliran sungai Citarum mulai akan ditanami tanaman keras flamboyan. Dia mengharapkan nantinya, pada saat flamboyan itu berbunga akan menjadikan sungai Citarum lebih berwarna dan sedap dipandang mata. Seperti bermekarannya bunga Sakura di Jepang.

Hal itu disampaikan Pangdan III Siliwangi Mayjen Besar Harto Karyawan saat mengunjungi Kampung Wisata Seni Jelekong, Senin 2 Juli 2017. Hadir pada kesempatan itu Asisten Pemerintahan Kab. Bandung Yudi Haryanto, Perwakilan Asosiasi Pelukis Jelekong Abah Asep Sancang, Dandim, Camat, Lurah, juga founder Bank Sampah Bersinar (BSB) Fifie Rahardja, dan Manager Marcom Pikiran Rakyat Herman Yamashita.

Pangdam menjelaskan, progres program Citarum Harum setelah di bawah kepemimpinannya antara lain adalah sudah "nyemen" (menutup dengan semen) 18 sumber pembuangan limbah pabrik, menjadikan spot-spot (titik-titik) ikon tertentu di kawasan tertentu sebagai taman bermain, tempat olahraga, atau pertunjukkan seni, dan menanami spot-spot yang menjadi ikon tersebut dengan tanaman flamboyan.

"Menanam flamboyan ini segara kita lakukan Program ini (Citarum Harum, red) terus kita jalankan dengan mengumbah  mind set atau pola pikir masyarakat bahwa sungai itu wajah muka atau beranda rumah sehingga sungai sebagai tempat buang sampah menjadi berkurang," demikian Pangdam.

Yang membanggakan, lanjut Pangdam, ada 400 lebih kepala keluarga (KK) yang dengan kesadarannya sendiri tanpa dipaksa, melakukan relokasi rumah tinggalnya. Dari bantaran kali yang rawan ke tempat yang lebih aman. Sikap ini kata dia, sangat luar biasa karena dilakukan atas dasar kesadaran sendiri. "Yang seperti ini yang inginkan kita lebih banyak lagi jumlahnya," imbuh dia.

Tetkait spot taman bermain tadi, Pangdam mengakui masih belum optimal karena masih sekadarnya dari urun rembuh warga setempat sehingga terkesan seadanya. Ke depan, taman-taman di bantaran kali ini harus ditata lebih rapi dan indah sehingga warga dapat menikmati sungai dan lingkungan sekitarnya. 

Komunikasi

Menjawab pertanyaan warga perihal bagaimana meningkatkan pasar lukisan yang kian menurun, Pangdam menganjurkan untuk segera memasimalkan sarana komunikasi internet. Melalui koneksi internet tidak ada lagi batasan wilayah maupun regional sehingga para pelukis dapat menawarkan karya-karya secara lebih leluasa. "Ini penting, dengan cara ini akan pelukis akan langsung menawarkan lukisannya secara online," ujarnya.

Selain itu, para pelukis dapat mengemas lukisan secara lebih praktis dengan cara digulung dab dimasukkan ke dalam selongsong seperti yang dilakukan para pelukis Bali. Dengan cara itu, pelukis tidak memerlukan ruang pamer yang luas dan pembeli pun lebih praktis membawa lukisannya. Sekaligus membuka peluang pasar yang lain bagi para pembuat figura (frame) lukisan.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuka ruang pamer atau etalase2 kecil di berbagai tempat tujuan wisata. Dengan cara itu, Kampung Wisata Jelekong tetap menjadi tempat produksi sedangkan hasil produksinya dapat dijual di mana pun tempat tujuan wisata di Bandung. "Jadi tidak ada alasan lukisan tidak terjual karena macet atau banjir saat mau menuju Jelekong," ujarnya.

Pada kesempatan ini Pangdam sempat terkejut karena tiba-tiba mendapat penghargaan dari Orisinal Rekor Indonesia (ORI) yang menobatkan dirinya sebagai sosok Pelestari Seni Budaya. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden ORI Agung Afriyanto. 

Secara terpisah, Fifie Rahardja selaku pendiri BSB mengatakan, kunjungan Pangdam ke Kampung Wisata Seni Jelekong ini sangat tepat. Karena pada September mendatang di kampung ini akan digelar perhelatan "Kota Seribu Terang". Berupa berbagai kegiatan masyarakat dengan target 8 kegiatan dapat memecahkan rekor ORI. Salah satunya adalah menghadirkan para chef untuk memasak ikan yang berasal dari sungai Citarum.***

Baca Juga

ASMTB Teken Kerjasama dengan Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PR),- Untuk meningkatkan sumber daya manusi (SDM) yang berkualitas dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, Akademi Sekretaris Manajemen Taruna Bakti (ASMTB) Bandung menandatangi kerjasama dengan PT Pikiran Rakya

Al Azhar Syifa Budi Peduli Lombok

BANDUNG, (PR),- Kepedulian terhadap Lombok mengalir terus ke Dompet Pikiran Rakyat. Kali ini datang dari Keluarga Besar Sekolah Al Azar Syifa Budi Parahyangan Bandung.

70 Masjid di Cimahi Sumbang Korban Gempa Lombok

CIMAHI, (PR),- Sebanyak 70 masjid yang berada di Cimahi bergotong royong mengumpulkan dan untuk bantuan Lombok. Hasil yang diperoleh mencapai Rp 37.500.000, dan bantuan tersebut dititipkan kepada Dompet PR di hadapan jemaah salat Jumat Masjid Agung Cimahi oleh Ketua DKM masjid Agung Cimahi, H.