Tingkat Partisipasi di Atas 70%, Pilkada Serentak 2018 di Jabar Aman

Ilustrasi Menghitung Surat Suara/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat dinilai berjalan dengan lancar, baik dari aspek keamanan maupun teknis pelaksanaan. Kendati sempat terjadi dua kejadian yang cenderung menonjol, rangkaian pemilihan tetap bisa berjalan. Bahkan, tingkat partisipasi tahun ini diyakini meningkat hingga di atas 70 persen.

"Dari aspek teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di sekuruh TPS 74 ribu lebih seluruh Jawa Barat berjalan dengan baik, hampir sebagian besar pemilih sudah terlayani dengan baik oleh ptugas KPPS," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat, di kantor KPU Jawa Barat Jalan Garut Kota Bandung, Rabu 27 Juni 2018.

Dia mengatakan, pada hari pemilihan ini sekitar 2.600 surat suara hilang di Kabupaten Cirebon. Surat yang disimpan di kantor kecamatan tersebut baru diketahui raib saat akan didistribusikan ke TPS. Setelah melalui koordinasi berjenjang, akhirnya diputuskan penggunaan surat suara untuk pemungutan suara ulang, menggantikan surat suara yang hilang tersebut. Dengan demikian, hak warga untuk memilih dapat tetap terlayani.

Sementara dari sisi pidana, kasus ini tengah dalam penyelidikan kepolisian. "Mudah-mudahan jangka waktu dekat polres sudah bisa ungkap, dan kami yakin polisi akan bekerja secara cepat," katanya.

Laporan lain yang diterima berkaitan dengan 29 surat suara yang basah di Kabupaten Bandung Barat. Untuk mengatasi hal tersebut, surat suara masih bisa dikeringkan dan layak digunakan. Namun pada pelaksanaan, surat suara tersebut tidak dipergunakan karena surat suara yang ada memadai.

Keamanan

Dari sisi keamanan dan ketertiban, Yayat menambahkan, tidak ada kendala yang menghambat jalannya Pilkada Serentak 2018.

"Ini juga luar biasa kondusifnya. Padahal, beberapa hari sebelum pemungutan suara ada isu-isu akan ada potensi kerusuhan di beberapa TPS, tapi alhamdulillah bisa tidak terjadi. Patut saya ucapkan terima kasih atas dukungan dari Polda Jabar secara optimal memberikan rasa nyaman kepada kami dan pemilih dalam menunaikan hak pilihnya," kata Yayat.

Dari hasil sementara, tingkat partisipasi pada Pilgub Jabar 2018 cenderung meningkat dibandingkan dengan pelaksanaan lima tahun silam. Ditengarai, hal ini berkaitan dengan gencarnya sosialisasi termasuk peran aktif media massa.

"Saya kira tingkat partisipasi meningkat dibandingkan pada Pilgub 2013. Di tahun itu hanya 63 persen, serkarang cenderung diatas 70 persen. Ini menunjukan hak pilih terlayani dengan baik, kemudian pengetahuan pemilih tentang pilkada juga cukup baik," ujarnya.

Aspek lain yang menjadi sorotan adalah kedewasaan berpolitik dari para tokoh yang terlibat. Seperti diketahui, sejumlah kandidat sudah menyampaikan selamat kepada pasangan yang unggul dalam versi hitung cepat dengan datang langsung ke lokasi pusat penghitungan kandidat yang dimaksud.

Meski belum secara resmi berdasarkan hitungan KPU, sikap tersebut dinilai perlu mendapat apresiasi. "Saya kira sikap yang baik bisa di contoh lainnya nanti, siapapun pemenangnya," katanya.

Waktu pengumuman resmi

Mengenai hasil penghitungan, Yayat menuturkan, pada hari pemilihan ini penghitungan suara dilakukan di tingkat TPS. Kemudian secara berjenjang hasil hitung tersebut akan dilanjutkan secara berjenjang ke tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

Sedianya, rekapitulasi di tingkat KPU Jawa Barat akan dilaksanakan pada 9 Juli 2018 mendatang. Hasil rekapitulasi tersebut yang secara resmi menjadi penentu siapa yang menjadi pemenang.

Di sisi lain, perkembangan penghitungan juga bisa diakses publik melalui situs KPU. Layanan ini merupakan hasil hitung dari setiap KPPS yang dikirim secara langsung ke sistem yang sudah disiapkan. Hingga Rabu 27 Juni 2018 pukul 20.00 WIB, data yang masuk berasal 13.857 TPS dari total 74.954 TPS di Jawa Barat.

Namun, Yayat menegaskan, data ini belum menyeluruh dan belum tentu sepenuhnya merepresentasikan hasil akhir. "Itu belum final. Secara hukum dan jadi acuan, rekapitulasi secara berjenjang dari KPU," kata Yayat.***

Baca Juga

Modus Baru, Narkoba Diedarkan Lewat Balon

BANDUNG, (PR).- Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap modus baru peredaran narkoba jenis sabu. Untuk mengelabui, barang tersebut disembunyikan di dalam balon.

TNI Harus Terus Profesional

BANDUNG, (PR).- Memperingati HUT ke-73 TNI, prajurit TNI dituntut untuk profesional. Keberadaan rakyat menjadi bagian terpisahkan dari tubuh TNI.

Lima Calon Komisioner Gugat KPU Jawa Barat ke PTUN

BANDUNG, (PR).- Lima calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengajukan keberatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) sekaligus gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.