Pembuat Video Asusila Anak Dijerat 20 Tahun Penjara

Ilustrasi/FREEPIK

BANDUNG, (PR).- Terdakwa FA, pelaku utama pembuat video asusila anak didakwa pasal berlapis dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis 24 Mei 2018. Hukuman yang menjerat FA pun diakumulasikan bisa sampai 20 tahun penjara.

Dalam dakwaannya, tim JPU Kejati Jabar Rika disebutkan, FA dijerat dakwaan berlapis. Pertama, Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Kemudian, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 

"Juga pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," katanya dalam berkas dakwaan.

Sementara itu usai persidangan, kuasa hukum FA, I Made Agus Rediyudana, menyebutkan bahwa kliennya didakwa sebagai orang yang membuat video, mengarahkan (adegan), menyebarkan ke orang asing (Rusia), dan perekrut, serta dikenakan juga undang-undang perlindungan.

"Ancamannya maksimal 20 tahun. Sidang langsung dilanjutkan pemeriksaan saksi pekan depan," katanya.

Agus mengaku tidak mengajukan eksepsi lantaran semua yang ada dalam dakwaan diakui terdakwa dan sudah dituangkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP).

Dakwaan terdakwa lain

Dalam berkas terpisah, terdakwa Sus dan Her yang membiarkan anaknya berperan sebagai pemeran video asusila dengan Im dan Apr juga turut disidangkan dalam berkas terpisah. Sus didakwa tiga pasal. Yakni, Pasal 82 ayat 1 Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Trafficking), dan Pasal 38 Undang-undang ITE‎.

Adapun Her dan SM yang berperan sebagai penghubung dan perekrut, didakwa Pasal 82 ayat 1 Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 29 Undang-undang Pornografi. 

Sementara itu, Apr yang berperan sebagai pemeran perempuan yang beradegan asusila, didakwa Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 38 Undang-undang Pornografi. Sedangkan Im yang juga jadi pemeran dalam video porno, dijerat Pasal 88 Undang-undang Perlindungan Anak dan Pasal 34 Undang-undang Pornografi. 

Ajukan keberatan

Kuasa hukum terdakwa Im, Dadang Sukmawijaya, mengaku bahwa kliennya dijerat Pasal 88 Undang-undang Perlindungan Anak dan Pasal 34 Undang-undang Pornografi. 

"Khusus Im, kami ajukan eksepsi dan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU)," katanya. 

Dadang mengaku, Im merupakan korban yang dieksploitasi orang dewasa. Selain itu, dia juga tidak memproduksi, apalagi menyebarkan video asusila itu. Makanya, Im ini seharusnya diposisikan sebagai korban bukan pelaku.

"Justru pelaku utama (FA) yang harus dihukum seberat-beratnya," ujarnya.

Ihwal kasus

Kasus tersebut berawal dari pertemanan FA dengan komunitas Rusia di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir April 2017, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.

Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, terdakwa FA mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video asusila dengan imbalan bayaran uang. 

FA pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Ci dan Is. Mereka kemudian membuat video tersebut Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung.

Setelah video itu jadi, FA mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram. Dia dibayar pertama Rp 6 juta, Rp 8 juta, dan 16 juta. Jadi total semuanya Rp 31 juta.***

Baca Juga

Imas Aryumningsih Diduga Terima Suap Lewat Teman SD-nya

BANDUNG, (PR).- Bupati Subang non aktif Imas Aryumningsih diduga mendapat aliran dana sebesar Rp 300 juta melalui Enen, teman SD nya. Uang tersebut diduga merupakan aliran dana dari pengurusan izin prinsip tanah.

Hakim Tipikor Bandung Perberat Hukuman Koruptor

BANDUNG, (PR).- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memperberat hukuman Suhendi, Mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Subang, yang juga tangan kanan eks bupati Subang Ojang Suhandi.

PSI Deklarasikan Dukungan untuk Yossi-Aries

BANDUNG, (PR).- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna kembali mendapat dukungan menjelang pencoblosan.