Lakukan Perampokan Saat Ramai, Pemuda Bermodal Golok Ini Diringkus Warga Padalarang

Ilustrasi pembacokan/YUSUF WIJANARKO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Bermodalkan golok, RS (26) nekat melakukan perampokan di sebuah minimarket di Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 22 Mei 2018 sekitar pukul 10.00 WIB. Lantaran melakukan aksinya di tengah keramaian, pelaku yang merupakan warga Cililin itu akhirnya dapat diringkus oleh masyarakat.

Kepala Polsek Padalarang Nyoman Yudhana mengatakan, pelaku datang ke minimarket seorang diri menggunakan sepeda motor. Setelah masuk ke dalam toko, pelaku langsung naik ke lantai dua, di mana terdapat brankas penyimpanan uang. Pelaku lalu menodongkan senjata tajam kepada karyawan minimarket yang sedang menghitung uang.

"Korban takut, kemudian menyerahkan uang sebanyak Rp 13.675.000 kepada pelaku. Setelah memasukan uang ke dalam tas yang dibawanya, pelaku lari tapi dikejar oleh korban. Pelaku akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke polsek saat ada petugas polisi yang patroli," kata Nyoman di Mapolsek Padalarang, Selasa 22 Mei 2018.

Dalam penangkapan tersebut, turut disita uang tunai, golok, sepeda motor, dan tas sebagai barang bukti. Dari hasil interogasi, menurut Nyoman, pelaku nekat melakukan upaya pencurian dengan kekerasan karena terdesak oleh persoalan ekonomi. "Motif pelaku ini karena terhimpit ekonomi. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 365, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," ujarnya.

Golok di leher

Di tempat yang sama, korban sekaligus karyawan minimarket, Egi Merdian (20) menyebutkan, pelaku langsung naik ke lantai dua dan menghampirinya, seraya mengancam dengan menempelkan golok pada lehernya. Karena takut, korban lalu mengeluarkan uang di brankas dan memasukannya ke tas pelaku. 

Saat pelaku berusaha kabur, dia lalu berusaha mengejar dan memukul bagian belakang kepala pelaku dengan tangan kosong. Pelaku yang sudah menaiki motor dan tengah berupaya menyalakan motor sontak tersungkur setelah menerima pukulan dari korban. 

"Saya kira dia itu karyawan, karena bisa masuk ke gudang di lantai dua. Ternyata, dia mengaku sebagai petugas maintenance kepada kasir yang ada di bawah. Pas di atas, saya tiba-tiba diancam pakai golok jadi takut. Pelaku kemudian memasukan uang ke dalam tasnya. Saya pun langsung mengejarnya," katanya.*** 

Baca Juga

Habis World Cleanup Day, Terbitlah Tumpukan Sampah

NGAMPRAH, (PR).- Antusiasme warga dalam mengikuti gotong royong membersihkan sampah pada peringatan World Cleanup Day, Sabtu, 15 September 2018, tidak mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

TNI Gagalkan Peredaran Obat Ilegal di Bandung Barat

NGAMPRAH, (PR).- Petugas TNI gabungan dari Tim Elang Intel Korem 062/Tarumanegara dan Unit Intel Kodim 0609/Siliwangi melakukan operasi penggerebegan toko obat yang menjual obat-obatan secara ilegal.

60 Persen Pasar Tradisional di Indonesia Kondisinya Tak Layak

NGAMPRAH, (PR).- Sekitar 60 persen dari 9.559 pasar tradisional di Indonesia dalam kondisi tak layak, karena telah berusia sekitar 20 tahun. Pasar pun mudah rusak dan terkesan kotor atau kumuh, serta rentan terjadi kebakaran.