Pembangunan Taman Baru di Kota Bandung Dihentikan, Ini Alasannya

taman superhero/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SEJUMLAH anak bermain di Taman Super Hero, Jalan Bengawan, Kota Bandung, Rabu (2/5/2018). Tahun ini Pemerintah Kota Bandung memangkas anggaran pembangunan taman, dialihkan ke bidang permukiman. (ARMIN ABDUL JABBAR/"PR")

BANDUNG, (PR).- Anggaran untuk pembangunan taman di Kota Bandung tahun 2018 kembali dipangkas. Penyelesaian revitalisasi Taman Babakan Siliwangi dan Tegallega pun kembali harus ditunda.

“Untuk pembangunan taman tahun ini istirahat dulu. Kecuali Tegallega, kami akan selesaikan tahap playground (taman bermain anak) dulu, yang penting bisa dibuka dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Perta­nah­an, dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Iwan Sugiono, di Bandung, Rabu 2 Mei 2018.

Dari informasi yang diterima, DPKP3 Kota Bandung mengusulkan Rp 141 miliar untuk merevitalisasi Taman Tegallega, lanjutan Taman Babakan Siliwangi, Taman Gasibu Mini Antapani, Taman Maluku, Taman Cibiru, hingga taman-taman tingkat RW.

DPRD Kota Bandung meminta anggaran dialihkan Rp 77 miliar untuk bidang permukiman DPKP3 Kota Bandung. Tahun 2017, anggaran Rp 115 yang tersedia digunakan untuk pembangunan Alun-alun Cicendo, Taman Babakan Siliwangi, hingga realisasi puluhan taman-taman di tingkat RW.

Sementara dalam anggaran 2018, sekitar Rp 13 miliar harus dipenuhi untuk pembayaran gaji 350 pegawai harian lepas. Lanjutan revitalisasi Taman Babakan Siliwangi, Taman Maluku, Taman Gasibu Mini, hingga Taman Cibiru terpaksa ditunda. Terdapat anggaran senilai Rp 13 miliar untuk melanjutkan revitalisasi Taman Tegallega.

“Untuk Taman Tegallega ada sekitar Rp 11 sampai 13 miliar. Kalau anggaran Tegallega kurang, paling tidak lahan yang sudah selesai bisa dimanfaatkan. Kalau sekarang kan masyarakat masih belum bisa manfaatkan karena areanya disekat-sekat,” ujar Iwan.

taman kota, kembang, kota kembang

Hasil lelang

Saat ini DPKP3 Kota Bandung masih menunggu hasil lelang untuk melanjutkan proyek Tegallega. Yang bisa diupayakan dalam pembangunan tahap ini adalah penataan kawasan tengah dan utara. Area yang berada di sisi utara dan samping dari Monumen Bandung Lautan Api itu akan diisi taman bermain anak dan kolam cetek.

“Kita untuk playground tahap utara akan diselesaikan, supaya bisa dipakai wisata masyarakat. Jadi kesannya itu sementara sudah beres kalau playground beres, sekarang terlihat sepotong-sepotong,” kata Iwan.

Iwan menambahkan, luas area yang akan dibangun tahap ini kurang lebih sekitar 2000 meter persegi. Kolam bermain anak dirancang lebih luas ketimbang kolam bermain di Taman Sejarah. Terdapat perkerasan untuk menjadi area permainan anak. Sisanya, kawasan barat-utara akan dikhususkan sebagai ruang terbuka hijau.

“Jadi tanaman-tamanan tidak terganggu. Taman Tegallega ini tetap jadi hutan konservasi. Jadi kita harus mempertahankan ikonnya, untuk konservasi tanaman dan air,” katanya.

taman bandung

Tahun pemeliharaan

Secara terpisah, anggota DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi mengatakan, tahun 2018 merupakan tahun pemeliharaan taman. Sejumlah rencana revitalisasi taman baru di Kota Bandung sudah berkurang. Saat ini anggaran sudah dialihkan untuk pengadaan lahan untuk taman baru.

“Karena taman itu sebenarnya fungsi terbuka hijau untuk resapan air. RTH Kota Bandung seharusnya 30% dari luas wilayah Kota Bandung. Sementara yang mampu direalisasikan baru 12%,” katanya. ***

Baca Juga

Jalan Braga untuk Zona Parkir Nontunai

BANDUNG, (PR).- Jalan Braga dijadikan Zona Parkir Nontunai khusus bagi para pengguna kendaraan yang membayar parkir menggunakan kartu bayar elektronik.