Malu Hamil di Luar Nikah, Ibu Tega Buang Bayi di Genting Hingga Tewas

Ibu Buang Bayi/RIRIN N.F./PR
Alasan malu hamil di luar nikah mendorong Shopi Masruroh (18) tega membuang bayi laki-laki yang baru dilahirkannya ke atap genteng hingga tewas.*

CIMAHI, (PR).- Alasan malu hamil di luar nikah mendorong Shopi Masruroh (18) tega membuang bayi laki-laki yang baru dilahirkannya ke atap genteng hingga tewas. Akibat perbuatannya, buruh home industri usaha pembuatan boneka itu terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Shopi diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Cimahi di kediaman orangtuanya di Kp. Sindang sari Desa Tarumajaya Kec. Kertasari Kab. Bandung.

Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman menyebutkan, tersangka ditangkap di rumah orang tuanya setelah pihaknya menerima laporan soal penemuan jasad bayi di sebuah atap rumah di Blok Cisegel, Jalan sindang Sari Barat, RT 02, RW 09, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa, 10 April 2018, sekitar pukul 13.00 WIB. 

"Setelah menerima laporan, kita langsung melakukan olah TKP dan menemukan jasad bayi dalam keadaan meninggal di atap rumah milik Esih," katanya kepada wartawan di Mapolsek Cimahi Selatan, Komplek Perumahan Parmindo Kota Cimahi, Senin, 16 April 2018.

Setelah mengumpulkan keterangan para saksi dan hasil olah TKP, keterangan merujuk kepada Shopi, buruh home industri yang lokasinya bersebelahan dengan lokasi ditemukannya bayi tersebut.

"Kami datangi kediaman orangtuanya di Kertasari, tersangka ditemukan dan langsung mengakui perbuatannya membuang bayi," katanya.

Sutarman menjelaskan, awal mula ditemukannya jasad bayi tersebut, saat pemilik rumah Esih mencium bau bangkai di atap rumahnya. Dia menyuruh anaknya untuk mengecek, ditemukan keresek hitam yang ditindih genting dan ternyata berisi jasad bayi.

"Saat ditemukan jasad bayi laki-laki masih terpasang ari-arinya tapi sudah membusuk. Dari pengakuan tersangka, jasad bayi tersebut dibuang Jumat, 6 April 2018 malam. Pengakuannya sakit perut dan saat di toilet bayinya langsung lahir," ujarnya.

Karena panik, Shopi langsung memasukan bayi tersebut ke dalam keresek hitam. Dia naik ke atap rumah tetangganya dan membuang bayi yang disimpan dalam keresek hitam di atap rumah. 
Agar tidak jatuh, bungkusan berisi bayi tersebut dialasi karung beras dan ditindih genting.

"Jadi bayi tersebut ada di atap selama 3 hari sejak dilahirkan. Dia menyebutkan saat lahir bayi tidak bersuara, jadi tidak tahu masih hidup atau lahir sudah meninggal," ungkapnya.

Motif tersangka membuang bayinya, lantaran malu karena hubungannya tidak direstui kedua orangtuanya. Selain itu, tersangka pun sudah tidak berhubungan dengan pacar yang menjadi ayah bayi tersebut. 

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 34 pasal 342 KUHPidana tentang membunuh anak kandung sendiri dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Kepada penyidik, Sofi mengaku menyesal telah membuang anaknya hingga tewas. Saat itu dirinya tidak terpikir cara lain selain membuang bayinya.

"Saya malu, takut ketahuan keluarga. Mantan pacar tidak tahu saya hamil, saya menyesal," katanya singkat.***

Baca Juga

Efek Bom Surabaya, Cimahi dan Bandung Barat Siaga Satu

CIMAHI, (PR).- Status siaga satu, Polres Cimahi bersinergi dengan TNI dibantu Brimob Cikole menambah jumlah personel yang melakukan pengamanan di lokasi tempat peribadatan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, Minggu 13 Mei 2

Sepultura, Aspirasi Buruh pada Hari Buruh 2018

CIMAHI, (PR).- Pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2018, buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI Kota Cimahi menyuarakan sepuluh tuntutan rakyat, disingkat Sepultura, Selasa 1 A