75 Juta Orang Diprediksi Jejali Area Bandung-Jakarta Tahun 2045

The 1st ITB Centennial and 4th Planocosmo International Conference on Infrastructure Development/ANTARA
MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pembuka saat Konferensi Internasional menyambut peringatan 100 tahun ITB di Bandung, Rabu 4 April 2018. Tema yang diangkat dalam konferensi itu merupakan wacana krusial dalam pembangunan wilayah dan perkotaan yaitu New Urban Agenda.*

BANDUNG, (PR).- Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro memprediksi, jumlah penduduk di Jakarta dan Bandung pada 2045 mencapai 75 juta jiwa karena factor urbanisasi.

"Ini bukan kekhawatiran, tapi saya ini membuat prediksi bahwa (penduduk) Bandung-Jakarta tahun 2045 itu mencapai 60 hingga 75 juta orang," kata Bambang Brodjonegoro usai menjadi pembicara dalam acara The 1st ITB Centennial and 4th Planocosmo International Conference on Infrastructure Development: "Transforming beyond Borders, Starting the New Urban Agenda", di Aula Barat Kampus ITB, Rabu, 4 April 2018.

Menurut Bambang Brodjonegoro, Bappenas sedang menyusun dokumen berisi visi Indonesia tahun 2045. Salah satu konsep yang sedang diproyeksikan adalah perkembangan Jakarta dan Bandung yang diperkirakan bakal semakin menarik pada 27 tahun yang akan datang itu.

"Urbanisasi di Jakarta dan Bandung makin besar karena perkembangan di wilayah Bandung akan lebih ke utara sedangkan di wilayah Jakarta lebih ke timur sehingga wilayah metropolitan Jakarta-Bandung itu bertemu, menjadi satu area megapolitan urban," kata dia.

Ia mengatakan, Indonesia bisa mencontoh Jepang terkait pengembangan area megapolitan urban yang berhasil mengembangkan dua daerahnya yakni Tokyo dan Yokohama. 

"Seperti contoh di Tokyo dan Yokohama, dua kota besar yang kemudian jadi wilayah megapolitan. Karena kita belum memiliki pengalaman seperti itu, kita harus persiapkan infrastrukturnya dari sekarang baik itu di Jakarta atau di Bandung. Itu poin yang harus saya angkat karena pada 2045, urbanisasi di Jawa sudah 80 persen," kata dia seperti diberitakan Antara.

Dia menuturkan, ada sejumlah hal yang harus diantisipasi terkait urbanisasi di Jakarta dan Bandung. Pertama, pembangunan infrastruktur. Kedua, harus menciptakan sumber pertumbuhan baru agar penumpukan pendudukan dan pertumbuhan ekonominya tidak hanya terjadi di satu wilayah seperti pulau Jawa.

"Tentunya sektor infrastruktur harus digenjot seperti membangun transportasi massal. Persoalan urbanisasi ini harus benar-benar diantisipasi pemerintah dan urbanisasi bukan saja persoalan di Jawa tetapi juga untuk saat ini sudah menjadi persoalan di semua wilayah," kata dia.

Bambang Brodjonegoro mengatakan, tahun 2045, Indonesia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang besar dan peningkatan diprediksi mencapai 63,4 juta atau 24,7 persen. Sekitar 67,1 persen populasi akan tinggal di daerah perkotaan.***

Baca Juga

Jabar Pecahkan Rekor Semarak Berbusana Batik Muri

BANDUNG, (PR).- Dewan Pengurus Daerah Permumpulan Perempuan Wirausaha Jawa Barat (DPD Perwira Jabar) memecahkan rekor dunia Muri dengan mengumpulkan perempuan dengan busana batik terbanyak dalam sehari.