Soal UNBK Dienkripsi, Bocoran Itu Bohong

Pelaksanaan UNBK/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengimbau kepada para siswa agar tak percaya jika ada bocoran soal dan kunci jawaban yang beredar beberapa hari menjelang Ujian Nasional (UN). Pasalnya, Kemendikbud mengenkripsi data soal sehingga para siswa baru bisa melihat naskah soal yang akan diujikan beberapa menit menjelang ujian. Pelaksanaan UN berbasis komputer (UNBK) memperkecil kemungkinan naskah soal bisa bocor.

Kendati demikian, Muhadjir mengakui, guru dan siswa menjadi pihak utama yang sangat diandalkan untuk bisa menyelenggarakan dan mengikuti UN dengan jujur. Sistem pengamanan komputer yang dikembangkan pemerintah hanya sebagai pendukung agar naskah soal sangat sulit dibocorkan. Muhadjir optimistis naskah soal dan kunci jawaban UN 2017/2018 tidak akan bocor.

“UN itu bukan penentu kelulusan dan yang paling penting jaga kejujuran, belajar sungguh-sungguh dengan UNBK nanti itu diharapkan integritasnya terjamin. Soal UN hampir tidak mungkin bocor karena soal baru bisa dibuka sekitar 3 menit sebelum ujian dimulai dan setiap soal beda. Kalau USBN memang mungkin (bocor) dan saya kira guru sudah tahu sekarang risikonya berat kalau membocorkan soal,” ucap Muhadjir kepada “PR” di Jakarta, Minggu 1 April 2018.

Ia menegaskan, pihak yang membocorkan soal dan kunci jawaban UN akan ditindak secara hukum. Jika pembocor soal dan kunci jawaban berasal dari oknum guru dan tenaga kependidikan, hukuman terberat bisa berupa pemecatan. Jika pembocornya berasal dari pihak luar seperti lembaga bimbingan belajar, hukuman terberat bisa berupa kurungan penjara. Muhadjir menegaskan, UN mendapat pengawasan sangat ketat dari pemerintah pusat. Berbeda dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang kewenangan pengawasan dan pelaksanaannya diberikan kepada pemerintah daerah.

“Kalau telah terjadi kebocoran USBN, saya sangat menyesalkan terutama kalau itu dilakukan oleh oknum guru atau tenaga kependidikan. Karena memang sekarang ini pemerintah sedang berusaha keras untuk menegakkan integritas kejujuran di sekolah dan jadi tolak ukur adalah ujian, terutama USBN dan UN. Karena itu memang taruhan seberapa jauh para siswa, guru dan tenaga kependidikan bisa menjaga integritas dan kejujuran. Dan ini memang tantangan. Polisi bisa mengambil langkah (jika ada kebocoran) karena sudah termasuk pidana,” kata Muhadjir.

Seratus Persen

Pelaksanaan UN tahun ajaran 2017/2018 dimulai Senin 2 April 2018 dengan ujian untuk jenjang SMK. Pada hari pertama, para siswa mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada Selasa 3 April 2018 pelajaran Matematika, Rabu (4/4/2018) pelajaran Bahasa Inggris dan Kamis 5 April 2018 pelajaran Teori Kejuruan. Kemendikbud mencatat, palaksanaan UN SMK diikuti sebanyak 1.460.941 siswa dari 12.505 SMK. Sekitar 95,7% menjalani UNBK, sedangkan 4,3% lainnya berbasis kertas pensil (UNKP). 

Berdasarkan data dari Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, semua SMK di Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan UNBK. SMK di Kota Cimahi dan Kota Bekasi bahkan mampu menyelenggarakan 100% UNBK secara mandiri. Sementara untuk SMK di Kabupaten Purwakarta sekitar 99,7% UNBK mandiri. Pada tahun ini, Jabar mampu menyelenggarakan UNBK SMK mandiri sekitar 93%, hanya 7% SMK yang menyelanggarakan UNBK dengan menumpang ke sekolah lain. Pada tahun lalu, Jabar baru mampu menyelenggarakan UNBK SMK sekitar 86%. “Kalau untuk jenjang SMP belum bisa pasang target tinggi-tinggi, (UNBK) cukup 80 persen,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno. ***

Baca Juga