Vaksinasi Wajib Bagi Calon Haji

Vaksin/DEDEN IMAN/PR
SALAH seorang Calon Jemaah Haji (Calhaj), diberikan suntikan vaksin Meningitis di Puskesmas Kecamatan CImahi Utara, Kota Cimahi, Selasa, 20 Maret 2018. Mendapatkan imunisasi menjadi salah satu persyaratan wajib saat menunaikan ibadah haji agar tidak terpapar penyakit ditengah berkumpulnya umat muslim dari seluruh penjuru dunia.*

CIMAHI, (PR).- Mendapatkan imunisasi menjadi salah satu persyaratan wajib menunaikan ibadah haji bagi para calon jemaah haji. Hal itu diperlukan agar tidak terpapar penyakit di tengah berkumpulnya umat muslim dari seluruh dunia untuk menunaikan ibadah haji.

Pada Selasa, 20 Maret 2018, calon jemaah haji asal Kota Cimahi mulai menjalani vaksinasi meningitis bagi calon jemaah haji (calhaj). Jumlah calhaj Kota Cimahi tahun 2018 sebanyak 536 orang, pelaksanaan vaksinasi disebar di 13 puskesmas dengan waktu pelayanan selama 3 hari sesuai jadwal yang ditentukan hingga 22 Maret 2018.

Seperti yang dilakukan di Puskesmas Cimahi Utara Jalan Jati Serut Kota Cimahi. Sebanyak 66 orang calhaj menjalani vaksinasi meningitis tersebut sesuai domisili.

Salah satu calhaj, Endang (62), warga RT 6 RW 11 Kel. Cibabat mengatakan, dirinya hendak menunaikan ibadah haji bersama istri. Menurut Endang, dirinya baru kali ini terpanggil untuk berangkat haji.

"Daftar sudah lama, baru tahun ini terpanggil. Alhamdulillah terpanggil sekarang," katanya.

Dia mengaku memaksakan diri untuk menjaga kesehatan sebagai persiapan menjalani ibadah suci mendatang. "Saya sudah enggak kerja, hasil pemeriksaan dokter ada resiko penyakit jadi harus jaga kesehatan. Memang sekarang berusaha rutin olahraga jalan kaki, sebab ibadah haji butuh fisik kuat dan sehat. Mudah-mudahan lancar ibadahnya," ujarnya.

Wati Riswatiningsih selaku Pemegang Program Imunisasi bidang mengatakan, kegiatan vaksin haji wajib dijalani calhaj dengan dasar hasil pemeriksaan kesehatan. "Setelah dinyatakan sehat sesuai ketentuan, maka lanjut ke vaksinasi. Kalau dinyatakan tidak sehat maka tidak bisa berangkat haji dan tidak divaksin," ujarnya.

Melengkapi vaksinasi sebelum naik haji penting untuk mencegah risiko penularan penyakit dan membawanya kembali ke Indonesia. Penyakit yang tadinya hanya berada di sebagian negara tertentu bisa menyebar ke negara-negara lain. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang berasal dari daerah endemi penyakit tertentu.

"Wajib dilakukan karena lokasi ibadah haji merupakan negara endemis penyakit tersebut. Khawatir bisa terpapar jika tidak menjalani vaksinasi," ucapnya.

Dalam pemberian vaksin meningitis, calhaj Kota Cimahi tidak dipungut biaya apapun. "Tidak dipungut biaya, sudah ditanggung pemerintah. Satu kali cukup," ucapnya.

Proses vaksin

Sebelum divaksin, calon jemaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter di tempat. "Untuk vaksinasi tergantung rekomendasi dokter sesuai hasil pemeriksaan kesehatan," ungkapnya.

Selain meningitis, Dinkes Kota Cimahi menganjurkan calhaj mendapatkan vaksin influenza. "Vaksin flu tidak wajib tapi dianjurkan. Pemerintah tidak menyediakan, maka calhaj silahkan mengakses vaksin flu burung di fasilitas kesehatan lain," katanya.
 
Usai divaksin, para calhaj menunggu 15 menit di lokasi sambil dipantau kondisi kesehatannya. "Kita pantau sebagai antisipasi adangan kejadian ikutan pasca imunisasi. Misalnya syok, kejang, bisa saja terjadi meskipun selama pelaksanaan nyaris tidak pernah muncul kasus tersebut," ujarnya.

Usai pemeriksaan kesehatan tahap 1, tes kebugaran, vaksinasi meningitis, para calhaj dihimbau tetap menjaga kesehatan.

"Selain harus menjalani tes kesehatan tahap dan kebugaran tahap 2, kondisi kesehatan para calhaj memang harus dijaga dan dipantau agar tetap fit sehingga saat pelaksanaan ibadah haji tidak terkendala," katanya.***

Baca Juga

Populasi LGBT di Cimahi Mencapai Ratusan Orang

CIMAHI, (PR).- Komunitas pelaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) turut eksis di Kota Cimahi. Populasinya diperkirakan mencapai ratusan orang dengan rentang usia pelajar kisaran 15 tahun hingga usia dewasa.