Polsek Cipatat Bekuk Komplotan Penggelapan Truk Tronton

Penggelapan truk/HENDRO SUSILO HUSODO/PR
KEPALA Polsek Cipatat Asep Nandang menunjukan bagian dalam truk tronton yang sudah dipereteli di depan Mapolsek Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 8 Maret 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Bekerja selama tiga tahun di anak perusahaan PT Pentawira Agraha Sakti di Bogor, AS (28) nekat melakukan penggelapan truk tronton milik perusahaan. Bersama sindikatnya, AS akhirnya dibekuk polisi setelah ketahuan menyimpan truk di bekas jalan tol yang berada di Kampung Pareanglio, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Polsek Cipatat Asep Nandang mengatakan, tersangka lainnya yang turut ditangkap ialah JR (32), HH (31), dan ADR (42). Salah seorang dari mereka, HH terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan ketika akan diamankan. Adapun tiga orang komplotan yang lain masih dalam pencarian polisi.

"Mereka ini merupakan suatu jaringan yang khusus melakukan pencurian atau penggelapan truk. Unit truk yang didapatkan kemudian dilepas bagian-bagiannya, untuk selanjutnya dijual secara eceran. Namun, berkat laporan yang cepat, kesigapan dari petugas reskrim, unit truk maupun pelakunya dapat kami amankan," kata Asep di Mapolsek Cipatat, Kamis, 8 Maret 2018.

Asep menjelaskan, pengungkapan kasus penggelapan dengan pemberatan tersebut bermula dari laporan Suminah. Dia ialah karyawan dari anak perusahaan pemilik truk yang berkantor pusat di Plumpang, Jawa Timur. Dari global positioning system (GPS) yang melekat pada truk, terpantau bahwa truk beroda 10 itu berada di jalur bekas jalan tol.

"Setelah kami cek, ternyata benar ada truk Hino yang sudah tidak ada tangkinya. Kami cek kendaraan tersebut, nomor rangka dan nomor mesinnya sesuai dengan yang dilaporkan. Namun, plat nomornya sudah diganti. Seharusnya bernomor polisi S 8269 UF, tetapi dipalsukan menjadi B 9143 UTU," katanya.

Butuh uang

Berdasarkan temuan di lapangan itu, lanjut dia, Unit Reskrim Polsek Cipatat lantas ditugaskan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akhirnya, sejumlah orang yang bertindak sebagai otak, pelaku, dan turut serta melakukan penggelapan truk diamankan petugas. "Mereka kami kenakan Pasal 374 dan/atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, AS mengaku bahwa ide penggelapan truk itu berasal dari dirinya. Lantaran butuh uang, dia mengajak JR untuk bersama-sama menggelapkan kendaraan milik kantor. JR yang merupakan sopir tembak juga perlu uang, lantas mengontak HH untuk membantu menjual truk kepada ADH di Cirebon.

Dari harga yang ditawarkan sebesar Rp 60 juta, ternyata ADH hanya mampu membayar uang muka sebesar Rp 25 juta. Uang itu lantas dibagi-bagi. Belum sempat menikmati hasil pembayaran uang yang tersisa, mereka lebih dulu ditangkap. "Uang itu mau saya pakai buat cicilan rumah dan biaya persalinan isteri," kata JR.***

Baca Juga

Dikabarkan Kena OTT KPK, Ini Penjelasan Abubakar

BANDUNG, (PR).- Bupati Bandung Barat Abubakar akhirnya buka suara terkait kabar penangkapan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sebuah operasi tangkap tangan, Selasa 10 April 2018.

Ikan Kalengan yang Dilarang Masih Beredar di Pedagang Kecil

NGAMPRAH, (PR).- Dari hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, 27 produk ikan makarel yang dilarang beredar sudah menghilang dari pesaran, baik di pasar modern maupun di pasar tradisional.